
Persiapan Pengamanan Malam Tahun Baru 2026 di Tangsel
Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah menyiagakan sebanyak 693 personel untuk mengamankan perayaan malam Tahun Baru 2026 di wilayah hukumnya. Ratusan personel tersebut akan disebar ke delapan titik kegiatan masyarakat yang menjadi pusat perayaan pergantian tahun.
Kapolres Tangsel, AKBP Victor D.H. Inkiriwang, menjelaskan bahwa pengamanan malam Tahun Baru 2026 tidak hanya melibatkan unsur Polri, tetapi juga didukung oleh unsur Pemerintah Daerah dan TNI. Dari Pemda Tangsel terdapat 39 personel, sedangkan dari Pemda Kabupaten Tangerang sebanyak 48 personel yang terdiri dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, dan tenaga kesehatan. Sementara itu, dari unsur TNI sebanyak 27 personel.
Selain mengamankan perayaan malam Tahun Baru, Polres Tangsel juga melakukan pengamanan terhadap 71 kegiatan keagamaan yang berlangsung di wilayah hukum setempat. Untuk pengamanan gereja, pihak kepolisian menurunkan 172 personel. Dengan demikian, total personel pengamanan yang disiagakan mencapai 979 personel.
Victor menambahkan, dalam rangka mendukung pengamanan tersebut, Polres Tangsel juga menyiapkan delapan pos pengamanan dan satu pos pelayanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Selain itu, sembilan unit mobil pemadam kebakaran dan sembilan unit ambulans turut disiagakan.
Seluruh fasilitas kesehatan di setiap kecamatan, baik puskesmas maupun rumah sakit rujukan, termasuk RSUD Kota Tangerang Selatan, juga berada dalam kondisi siaga. "Kami juga telah berkoordinasi dengan Pak Wali Kota, Pak Dandim, dan Pak Kajari, untuk bersiap terhadap antisipasi bencana, agar perayaan Tahun Baru 2026 berjalan aman, tertib dan lancar," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar merayakan Tahun Baru 2026 secara sederhana serta tidak menyalakan petasan maupun kembang api. "Karena kita berempati terhadap saudara kita, keluarga kita, dan rakyat kita yang ada di Sumatera yang terdampak bencana," pungkasnya.
Strategi Pengamanan yang Dilakukan
Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, Polres Tangsel telah melakukan beberapa langkah strategis:
- Penyebaran personel: Sebanyak 693 personel ditempatkan di delapan titik kegiatan masyarakat yang menjadi pusat perayaan.
- Koordinasi lintas instansi: Personel dari Pemda, TNI, dan lembaga lainnya juga terlibat dalam pengamanan.
- Pengamanan kegiatan keagamaan: 71 kegiatan keagamaan di wilayah hukum Polres Tangsel dilakukan pengamanan khusus.
- Pos pengamanan dan pelayanan: Delapan pos pengamanan dan satu pos pelayanan disiagakan di titik-titik strategis.
- Fasilitas kesehatan siaga: Semua puskesmas dan rumah sakit rujukan di wilayah Tangsel siap memberikan layanan darurat.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Polres Tangsel telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan pengamanan yang maksimal. Hal ini melibatkan:
- Wali Kota Tangerang Selatan
- Dandim (Komandan Kodim)
- Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri)
Koordinasi ini bertujuan untuk mempersiapkan segala kemungkinan terjadi, terutama terkait bencana alam atau kejadian luar biasa selama perayaan Tahun Baru 2026.
Imbauan kepada Masyarakat
Selain persiapan pengamanan, Polres Tangsel juga mengimbau masyarakat untuk merayakan Tahun Baru 2026 dengan cara yang lebih sederhana. Mereka diminta untuk tidak menggunakan petasan atau kembang api, karena hal ini bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan atau bahaya bagi masyarakat sekitar.
Imbauan ini juga ditujukan untuk menunjukkan empati terhadap saudara-saudara kita yang tinggal di daerah Sumatera yang terdampak bencana alam. Dengan merayakan Tahun Baru secara sederhana, masyarakat dapat memberikan dukungan moril dan kepedulian terhadap sesama.
Fasilitas Darurat yang Disiagakan
Selain personel pengamanan, Polres Tangsel juga menyiagakan berbagai fasilitas darurat untuk menghadapi situasi apa pun selama perayaan Tahun Baru 2026:
- Sembilan unit mobil pemadam kebakaran yang siap bergerak cepat jika terjadi kebakaran.
- Sembilan unit ambulans yang siap membawa korban ke tempat layanan kesehatan terdekat.
- Fasilitas kesehatan lengkap di setiap kecamatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit rujukan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar