Legenda Agartha: Kehidupan di Bawah Permukaan Bumi
Legenda Agartha sering dianggap sebagai kisah tentang kehidupan yang berada di dalam bumi, dihuni oleh makhluk asing dengan peradaban yang jauh lebih maju. Cerita ini muncul sejak zaman dahulu ketika orang-orang percaya bahwa bumi ini memiliki ruang kosong atau hampa yang berisi orang-orang dengan ras yang berbeda.
Penduduk Agartha dipercaya memiliki wujud yang mirip dengan manusia di permukaan. Namun, mereka memiliki tingkat kecerdasan dan kehidupan yang lebih maju. Bagi yang penasaran dengan kisah-kisah semacam ini, berikut adalah informasi lengkap mengenai legenda Agartha.
1. Dicetuskan oleh Okultis Prancis
Legenda Agartha pertama kali diperkenalkan oleh seorang okultis Prancis bernama Alexandre Saint-Yves d'Alveydre melalui bukunya yang berjudul Mission de l'Inde en Europe pada tahun 1886. Ia menyatakan bahwa buku tersebut merupakan kesaksian mengenai keberadaan bangsa yang memiliki kecerdasan sempurna. Menurutnya, bangsa Agartha tinggal di gua-gua jauh di bawah tanah dan berkomunikasi secara telepatik.

2. Bangsa yang Disingkirkan ke Dalam Ruang Bumi
Menurut Saint-Yves, bangsa Agartha awalnya tinggal di permukaan bumi. Namun, keberadaan mereka disingkirkan ke dalam ruang bumi yang hampa sekitar 3.200 tahun sebelum Masehi. Berdasarkan cerita Saint-Yves, kehidupan di gua-gua bangsa Agartha indah seperti keindahan di daratan Himalaya dan Tibet.

3. Disebut sebagai Tempat Persembunyian Yakjuj Majuj
Keberadaan bangsa Agartha juga sering disebut dalam beberapa ajaran agama. Dalam Islam, banyak umat yang percaya bahwa ada tempat tersembunyi yang berisi makhluk-makhluk seperti Yakjuj dan Makjuj yang akan membuat kerusakan di bumi suatu saat nanti. Sementara itu, dalam ajaran Kristen dan Yahudi, Agartha disebut sebagai tempat persembunyian Gog dan Magog.

4. Bangsa Agartha Berada di Ruang Hampa Bumi
Saint-Yves dikenal sebagai tokoh dengan pendapat kontroversial. Namun, ia bukan satu-satunya yang percaya bahwa bumi kopong. Legenda Agartha juga didukung oleh teori Hollow Earth (bumi yang kopong). Pada tahun 1962, astronomer dan ahli geofisika Edmond Halley mengemukakan bahwa bumi kemungkinan memiliki kedalaman 800 km dan terdiri dari dua cangkang bulat serta inti. Di antara lempeng tersebut terdapat ruang hampa.

Teori ini juga didukung oleh John Cleves Symmes Jr pada abad ke-19. Ia meyakini bahwa masing-masing kutub utara dan selatan memiliki lubang yang bisa mengantarkan manusia ke dalam bumi. Plato juga pernah menyebutkan adanya terowongan rahasia di dalam bumi yang menghubungkan keempat sudut mata angin. Terowongan ini dianggap sebagai akses menuju Agartha.
Namun, teori ini dibantah oleh ilmu pengetahuan modern. Penelitian geologi menunjukkan bahwa bumi tidak kosong, dan jarak dari permukaan hingga intinya mencapai 6.371 km.
5. Dihuni oleh Makhluk Asing dengan Peradaban Maju
Penduduk Agartha dipercaya memiliki bentuk yang sama dengan manusia di permukaan. Namun, mereka memiliki kecerdasan sempurna dan kehidupan yang lebih harmonis. Dijelaskan bahwa Agartha adalah tempat yang penuh dengan kekayaan alam dan ilmu pengetahuan tinggi. Mereka disebut sengaja mengunci diri agar mendapatkan kehidupan yang kekal dan abadi.

Dalam cerita Saint-Yves, kehidupan di gua bangsa Agartha nampak indah seperti di daratan Himalaya dan Tibet.
6. Diduga menjadi Tafsiran Al-Qur'an Surat Thaha
Legenda mengenai lubang besar yang tersembunyi di bumi menyebutkan adanya sebuah kota bernama Agartha. Beberapa orang menganggap bangsa Agartha menjadi tafsiran yang diterangkan dalam Al-Qur'an surat Thaha ayat 6 sampai 7. Ayat ini menyebutkan:
"Milik-Nya lah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi."
(QS Thaha:6-7)
Ayat ini seakan ditafsirkan tentang kehidupan makhluk asing jauh di bawah tanah, yang memunculkan teori bangsa Agartha.

7. Dianggap Mitos yang Memiliki Akar dalam Kultur Hindu
Cerita tentang bangsa Agartha saat ini dianggap sebagai mitos yang memiliki akar dalam kultur Hindu. Nama "Agartha" konon diambil dari "Aryavartha", lokasi asal mula Hindu. Aryavartha juga terkait erat dengan tempat dalam kultur Buddha Tibet bernama Shambhala, yang artinya "tempat penuh kedamaian".
Umat Hindu mengenal Shambhala sebagai Aryavartha (tanah orang-orang yang berharga yakni tanah Veda) dan juga disebut Tanah Para Dewa yang Hidup, Tanah Terlarang, Tanah Air Putih, dan Tanah Api Hidup.

Itulah sejumlah informasi mengenai fakta legenda Agartha, kehidupan lain di perut bumi yang diperoleh dari berbagai sumber. Apakah kamu percaya dengan berbagai teori soal Agartha?
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar