7 Hari Pasca Kecelakaan Speedboat di Yapen, SAR Temukan 2 Jenazah, Operasi Dihentikan

7 Hari Pasca Kecelakaan Speedboat di Yapen, SAR Temukan 2 Jenazah, Operasi Dihentikan

Penutupan Operasi Pencarian Korban Kecelakaan Laut di Yapen

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak mengumumkan penutupan operasi pencarian terhadap 21 korban kecelakaan laut yang terjadi di perairan Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen. Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif selama tujuh hari sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.

Insiden maut tersebut menimpa sebuah speedboat yang sedang berlayar dari Serui menuju Kampung Waindu pada Rabu (24/12/2025). Dugaan sementara menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi akibat hantaman cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang tidak bersahabat saat perahu melintasi perairan tersebut.

Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh telah dilakukan oleh seluruh unsur tim gabungan di lapangan. "Kami telah melaksanakan pencarian sesuai waktu dan area yang ditetapkan, baik melalui udara maupun laut," ujar Kundori dalam pernyataan resminya, Jumat (2/1/2026).

Selama operasi pencarian yang dimulai sejak 25 Desember 2025, tim hanya berhasil menemukan dua jenazah korban dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 19 penumpang lainnya masih belum ditemukan hingga batas waktu pencarian berakhir.

Pihak Basarnas menyatakan bahwa kemungkinan untuk mengaktifkan kembali operasi pencarian tetap terbuka jika ada petunjuk baru yang ditemukan oleh masyarakat di masa mendatang.

Imbauan kepada Warga Pesisir

Kundori mengimbau para nelayan dan warga pesisir untuk selalu memprioritaskan penggunaan alat keselamatan serta memantau prakiraan cuaca saat melaut. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan risiko cuaca ekstrem yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan terus memberikan pendampingan psikologis dan bantuan kepada keluarga korban pasca-penghentian operasi pencarian ini.

Penutupan Operasi SAR

Penutupan operasi SAR ditandai dengan kembalinya seluruh personel gabungan dari TNI-Polri serta relawan masyarakat ke satuan masing-masing. Proses ini dilakukan setelah semua langkah yang diperlukan dalam proses pencarian telah selesai.

Berikut adalah data korban kecelakaan speedboat di Yapen:

  • Usman Asis (L) 37 Tahun – Selamat/Hidup
  • Santi Rontini (P) 26 Tahun – Selamat/Hidup
  • Hengki Injoroweri (L) 40 Tahun – Selamat/Hidup
  • Sarah Injoroweri (P) 12 Tahun – Ditemukan Meninggal Dunia
  • Arius Mabui (L) 52 Tahun – Ditemukan Meninggal Dunia
  • Yakoba Swom (P) 37 Tahun – Hilang
  • Alfonsina Injoroweri (P) 17 Tahun – Hilang
  • Ester Injoroweri (P) 4 Tahun – Hilang
  • Ajay Injoroweri (L) 2 Tahun 6 Bulan – Hilang
  • Charles Injoroweri (L) 33 Tahun – Hilang
  • Ona Poppi Ampasoi (P) 32 Tahun – Hilang
  • Yone Olivia Injoroweri (P) 9 Tahun – Hilang
  • Hendrik Injoroweri (L) 5 Tahun – Hilang
  • Aliando Brayen Injoroweri (L) 2 Tahun – Hilang
  • Teri Brando Injoroweri (L) 8 Tahun – Hilang
  • Johanis Injoroweri (L) 60 Tahun – Hilang
  • Ivon Injoroweri (P) 6 Tahun – Hilang
  • Naftali Injoroweri (L) 19 Tahun – Hilang
  • Mey (P) 1 Tahun 7 Bulan – Hilang
  • Maria Injoroweri (P) 35 Tahun – Hilang
  • Hendrik Injoroweri (L) 10 Tahun – Hilang

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan