
Operasi Pencarian Suhardi di Perairan Selat Makassar Dihentikan
Operasi pencarian terhadap Suhardi (21), seorang penumpang KM Bukit Siguntang yang hilang di Perairan Selat Makassar, resmi ditutup pada hari ketujuh (Jumat, 12/12/2025). Upaya penyisiran yang dilakukan oleh tim SAR gabungan tidak berhasil menemukan keberadaan korban. Sebagai akibatnya, Suhardi dinyatakan hilang setelah seluruh area pencarian yang diperluas hingga 54 nautical mile tidak memberikan hasil.
Kepala Basarnas Mamuju, Mahmud Afandi, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dimulai pada pukul 07.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 17.00 WITA. Tim SAR gabungan membagi dua unit pencarian yang bekerja secara bersamaan untuk menyisir wilayah yang lebih luas. SRU 1 (RIB 01) melakukan penyisiran ke arah Utara Barat Laut, sedangkan SRU 2 (RIB 02) bergerak ke arah Barat.
Selama proses pencarian, tim SAR melakukan evaluasi menyeluruh dan berkoordinasi dengan keluarga korban. Setelah hasil evaluasi menunjukkan nihil, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai. Meskipun demikian, Basarnas Mamuju dan SROP Mamuju tetap akan melanjutkan monitoring di wilayah perairan tersebut.
-
Berikut adalah rincian dari operasi pencarian:
-
Operasi dimulai pada pukul 07.00 WITA dan berakhir pada pukul 17.00 WITA
- Area pencarian diperluas hingga 54 nautical mile
- Dua unit SAR digunakan untuk menyisir wilayah yang berbeda
- Evaluasi dilakukan setelah waktu pencarian berakhir
- Hasil evaluasi menunjukkan tidak ada keberadaan korban
Setelah operasi pencarian selesai, seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing pada pukul 17.45 WITA. Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut.
Tindakan Lanjutan Pasca Operasi
Meskipun operasi pencarian telah berakhir, Basarnas Mamuju dan SROP Mamuju tetap akan menjalankan tugas monitoring lanjutan di perairan setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko atau potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat atau kapal-kapal yang melintasi wilayah tersebut.
Tindakan monitoring ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada keluarga korban serta masyarakat umum. Dengan adanya pengawasan berkelanjutan, diharapkan dapat menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan serupa di masa depan.
Komentar dari Kepala Basarnas Mamuju
Mahmud Afandi, Kepala Basarnas Mamuju, menyampaikan bahwa upaya pencarian yang dilakukan selama tujuh hari merupakan komitmen penuh dari seluruh anggota tim SAR. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menjalankan operasi seperti ini.
"Kami sangat menghargai partisipasi semua pihak yang terlibat dalam operasi ini," ujar Mahmud Afandi. "Kami berharap dengan tindakan monitoring lanjutan, kami dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa depan."
Penutup
Operasi pencarian Suhardi di Perairan Selat Makassar telah resmi dihentikan setelah tidak menemukan keberadaan korban. Meskipun begitu, Basarnas Mamuju dan SROP Mamuju tetap akan menjalankan tugas monitoring lanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan keselamatan laut serta memastikan keamanan bagi para pelaku perjalanan laut di wilayah tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar