
Kolaborasi untuk Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Sebanyak 7.666 kilogram (kg) hasil bumi petani Aceh akan didistribusikan ke pasar-pasar wilayah Jabodetabek, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Upaya ini diharapkan dapat membantu menggerakkan kembali roda perekonomian petani Aceh serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Pembelian 7.666 kg komoditas lokal tersebut dilakukan melalui kerja sama antara PT Rumah Tani Nusantara dengan Bakrie Untuk Negeri, PT Bumi Resources Minerals, PT Linge Mineral Resources, dan Bakrie Amanah. Sinergi ini kemudian masuk dalam program #BakrieTanggap.
Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, menyatakan bahwa kolaborasi ini ditandai dengan seremoni penyerahan plakat dan penandatanganan kerja sama di Kantor PT Rumah Tani Nusantara Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (31/12/2025).
"Kerja sama ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat aksi kemanusiaan berkelanjutan serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana, khususnya yang sedang dialami saudara-saudara kita di wilayah Aceh dan sebagian Sumatra," kata Bahtiar.
Melalui kerja sama tersebut, lanjut Bahtiar, pihaknya membeli komoditas hasil bumi petani Aceh yang meliputi 690 kg durian, 2.025 kg kopi, dan 4.951 kg cabai. Secara keseluruhan, hasil tani yang diserap mencapai 7.666 kg.
Menurut Bahtiar, seluruh hasil pertanian itu kemudian didistribusikan melalui jaringan pasar PT Rumah Tani Nusantara, antara lain Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Senen, Pasar Kemayoran, Pasar Cibitung, Pasar Tanah Tinggi hingga Pasar Cikopo.
Sementara itu, Ketua Harian Bakrie Untuk Negeri, Rama Anugrah, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh.
Bantuan tersebut meliputi beberapa item seperti: * 20 set tenda lengkap dengan alas * 20 unit genset * 20 unit perangkat Starlink * Al-Qur'an * Paket obat-obatan * 150 boks popok bayi dan lansia * Selimut * Pembalut * Alat penjernih air * Peralatan memasak * 4 ton beras * 300 kg makanan kaleng * Minyak goreng * 90 kg kurma * 50 dus kopi * 200 potong pakaian anak-anak
"Nah kami tidak ingin hanya berfokus pada bantuan darurat. Kami ingin mendorong pemulihan ekonomi pascabencana dengan menyerap hasil pertanian petani lokal Aceh. Untuk itulah ada berbagai komoditas hasil bumi petani di wilayah terdampak bencana yang kami beli lalu didistribusikan," ujar Rama.
Meningkatkan Keterlibatan dan Dukungan Berkelanjutan
Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan dukungan berkelanjutan terhadap para petani Aceh, khususnya mereka yang terdampak bencana. Dengan membeli hasil pertanian langsung dari petani, program ini memberikan peluang bagi petani untuk menjual hasil panen mereka dengan harga yang layak dan memastikan distribusi yang efisien.
Selain itu, kerja sama ini juga menjadi contoh bagaimana perusahaan dan organisasi bisa bekerja sama untuk memberikan dampak positif yang lebih luas. Dengan menggabungkan sumber daya dan jaringan, mereka mampu menciptakan solusi yang tidak hanya tanggap terhadap kebutuhan darurat, tetapi juga membangun fondasi untuk pemulihan jangka panjang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar