8 Santriwati Hanyut Saat Cari Kerang: 2 Tewas, 3 Hilang, 3 Selamat

8 Santriwati Hanyut Saat Cari Kerang: 2 Tewas, 3 Hilang, 3 Selamat

Kecelakaan di Sungai Lusi, 8 Santriwati Hanyut

Pada hari Kamis (11/12) sekitar pukul 06.30 WIB, terjadi kecelakaan yang menimpa delapan santriwati di Sungai Lusi, Kedungjenar, Kecamatan Blora. Kejadian ini menimpa santriwati dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maauun Blora. Petugas BPBD sedang melakukan pencarian terhadap para korban tersebut.

Dari delapan santriwati tersebut, dua ditemukan meninggal dunia, tiga masih dalam pencarian, dan tiga lainnya berhasil selamat. Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menyampaikan bahwa dua korban yang ditemukan meninggal adalah NC (15), warga Jepon, dan NAS (16), warga Kunduran. Update pukul 15.32, alhamdulillah korban sudah ditemukan dua orang, ujarnya di lokasi pencarian.

Sementara itu, tiga santriwati yang masih dicari masing-masing berinisial CPM (16), AF (13), dan SR (12). Pencarian akan dilanjutkan pada Jumat (12/12/2025) pagi ini setelah sempat dihentikan pada Kamis petang karena situasi gelap dan jarak pandang personel yang terbatas.

Tim Gabungan Lakukan Operasi Pencarian

Tim gabungan dari Polres Blora, BPBD, Basarnas, dan relawan mendirikan posko di Bendungan Dluwangan yang juga berada di aliran Sungai Lusi. Di titik tersebut, petugas memasang jaring untuk mengantisipasi jika korban terbawa arus. Polres Blora mengerahkan sekitar 70 personel dan membagi upaya pencarian pada empat titik berbeda menggunakan metode manual, jaring, dan peralatan masing-masing instansi.

Bupati Blora Meninjau Lokasi

Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini meninjau langsung upaya pencarian di bantaran Sungai Lusi. Arief menyampaikan keprihatinannya dan berharap para korban yang belum ditemukan bisa segera diselamatkan. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Karena sedang musim hujan, arus sungai deras. Tolong awasi putra-putrinya agar tidak bermain di sungai, ujarnya.

Niat Cari Kerang Berujung Petaka

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, menjelaskan bahwa awalnya sekitar 60 santri mengunjungi rumah ustaz mereka seusai masa ujian. Namun delapan di antaranya memisahkan diri untuk bermain ke Sungai Lusi. Anak-anak ini memang biasa mencari kerang saat sungai mengering. Mereka pergi tanpa sepengetahuan ustaz, jelas Zaenul.

Seorang santriwati MBS, Ardina Kiki Sulistyawati (13), menceritakan bahwa ia sebenarnya sudah memperingatkan teman-temannya agar tidak masuk ke sungai yang saat itu berarus deras setelah hujan. Namun delapan korban tetap turun ke aliran sungai. Mereka mau lihat arus sungai, terus mau cari kerang. Tapi airnya naik dan arusnya kencang, kata Kiki.

Menurutnya, kejadian bermula ketika salah satu dari mereka yang tidak bisa berenang meminta tolong. Teman-temannya berusaha menolong, namun justru ikut terseret arus. Tiga selamat, tapi ditemukan di tempat berbeda, ungkapnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan