81 Desa di Malut Belum Terlistrik, Gubernur Sherly: Tuntas pada 2027

81 Desa di Malut Belum Terlistrik, Gubernur Sherly: Tuntas pada 2027

Pencapaian Elektrifikasi di Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan bahwa seluruh desa di Provinsi Maluku Utara akan teraliri listrik secara menyeluruh pada akhir tahun 2027. Saat ini, masih terdapat 72 desa dan 9 dusun yang belum memiliki jaringan listrik. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur saat rapat akhir tahun bersama PLN Wilayah Maluku Utara pada Senin, 29 Desember 2025.

Pengembangan infrastruktur untuk memperluas jaringan listrik ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau telah dimulai sejak Oktober 2025. Pada tahap awal, sebanyak 41 desa ditargetkan menyala stabil pada Maret 2026. Selanjutnya, pada April 2026 sebanyak 26 desa lainnya akan mulai menikmati listrik secara stabil. Sementara 14 desa sisanya direncanakan akan terelektrifikasi hingga tuntas pada tahun 2027.

Desa-desa yang belum teraliri listrik tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Kabupaten Pulau Taliabu. Gubernur menjelaskan bahwa pada tahun 2025 menuju 2026 ini akan ada 41 desa termasuk dusun yang akan dielektrifikasi. Lokasinya ada di Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, dan Taliabu. Listriknya semua akan menyala dan selesai di akhir 2027.

Daerah dengan Elektrifikasi 100 Persen

Sementara itu, sejumlah daerah di Maluku Utara telah mencapai elektrifikasi 100 persen. Di antaranya adalah Kabupaten Pulau Morotai, Kota Ternate, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Kota Tidore Kepulauan. Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa program pemerintah dalam memperluas akses listrik berjalan efektif dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

PLN Wilayah Maluku Utara terus berupaya mempercepat proses elektrifikasi di daerah-daerah yang belum terjangkau. Dengan pengembangan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap, diharapkan setiap desa dan dusun dapat menikmati manfaat dari ketersediaan listrik. Hal ini juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan meliputi:

  • Penyusunan rencana pembangunan jaringan listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk memastikan keberlanjutan proyek.
  • Peningkatan kapasitas tenaga teknis dan sumber daya manusia agar pelaksanaan proyek berjalan lebih efisien.

Target Tahun 2027

Dengan target akhir tahun 2027, Gubernur Sherly Tjoanda Laos optimis bahwa seluruh desa di Maluku Utara akan memiliki akses listrik yang memadai. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur dasar.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mengedepankan pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan proyek elektrifikasi. Dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan, diharapkan tidak hanya akses listrik yang terpenuhi, tetapi juga kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi listrik secara efisien dan berkelanjutan.

Tantangan dan Solusi

Meskipun ada tantangan dalam pelaksanaan proyek elektrifikasi, seperti kondisi geografis yang sulit dan keterbatasan anggaran, pemerintah dan PLN tetap berkomitmen untuk mencari solusi yang optimal. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Pemanfaatan teknologi inovatif untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik.
  • Kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat untuk memperluas cakupan dukungan.
  • Pengajuan dana tambahan dari pemerintah pusat dan instansi terkait.

Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, PLN, dan masyarakat, diharapkan target elektrifikasi 100 persen di Maluku Utara dapat tercapai tepat waktu.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan