
Wisata Edukasi di Yogyakarta untuk Liburan Akhir Tahun 2025
Liburan akhir tahun 2025 sebentar lagi akan tiba. Bagi siswa SD hingga SMA, ini menjadi kesempatan yang baik untuk berwisata sambil belajar. Yogyakarta, kota yang kaya akan budaya dan sejarah, menawarkan berbagai destinasi wisata edukasi yang cocok untuk anak-anak maupun orang tua. Berikut beberapa rekomendasi tempat wisata edukasi yang bisa dikunjungi selama liburan.
1. Museum Sandi
Museum Sandi terletak di Jalan F.M. Noto No. 21 Kotabaru. Bangunan ini dibangun sejak tahun 1920 dan dulunya merupakan kawasan hunian masyarakat Eropa pada masa Kolonial. Sebelum jadi museum, bangunan ini pernah menjadi kantor Kemenlu. Isinya tentang sejarah persandian di dunia secara umum dan Indonesia secara khusus.
Terdapat koleksi peralatan sandi yang digunakan pada masa Agresi Militer Belanda I dan II. Selain itu, ada juga koleksi kamera, jam tangan, dan alat sandi yang digunakan para kepala BIN dari masa ke masa. Untuk anak-anak, terdapat kelas steganografi yang mengajarkan persandian dan memecahkan kode rahasia. Kelas ini dibuka untuk toddler (4-6 tahun) dan children (7-12 tahun). Sementara bagi orang tua, tersedia kegiatan heritage walk yang menjelajah jejak intelijen di Kotabaru, Yogyakarta.
2. Museum Sonobudoyo
Museum Sonobudoyo adalah tempat yang ramah anak. Aksesnya mudah bagi orangtua yang membawa stroller atau nenek dan kakek yang menggunakan kursi roda. Lokasi museum ini berada di Pangurakan No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta.
Museum ini memiliki dua bangunan yang dapat dikunjungi. Terdapat lift serta akses AI untuk melihat koleksi. Koleksinya mencakup berbagai bidang seperti geologika, biologika, ethnografika, arkeologi, numismatika, historika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika. Pengunjung juga bisa melihat virtual tour lewat link berikut: [link virtual tour].
3. Museum Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg telah direvitalisasi, sehingga lokasinya lebih nyaman untuk para orangtua. Ada playground yang luas dan cafe. Di dalamnya, anak-anak bisa mempelajari sejarah para pejuang meraih kemerdekaan dan belajar arsitektur zaman dulu.
Ada jam khusus untuk pertunjukan air mancur yang sangat cocok buat anak-anak yang ingin belajar sambil menikmati atraksi yang menghibur. Lokasi benteng ini strategis dan cocok untuk wisata satu hari. Di sekitarnya terdapat Pasar Beringharjo, Taman Pintar, Istana Kepresidenan, Museum Sonobudoyo, Alun-alun Utara, dan Keraton Yogyakarta. Di belakang museum, ada lokasi pasar buku yang bisa dikunjungi orangtua bersama anak-anak.
4. Taman Pintar Yogyakarta
Taman Pintar Yogyakarta adalah pusat belajar sains interaktif terbesar di Jogja. Di sini, anak-anak bisa melihat bintang di siang hari melalui planetarium. Selain itu, ada ruangan eksperimen fisika sederhana yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan.
5. Gembira Loka Zoo (GL Zoo)
GL Zoo adalah kebun binatang terbesar di Yogyakarta. Jenis satwa yang ada di GL Zoo mencakup lokal hingga eksotis. Anak-anak bisa belajar tentang konservasi dan mencoba pengalaman berinteraksi dengan hewan, seperti memberi makan atau naik perahu di danau.
6. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
Bagi anak-anak yang tertarik pada dunia penerbangan, museum ini menawarkan pengalaman langsung melihat pesawat tempur, helikopter, dan diorama. Isinya juga mencakup sejarah penerbangan Indonesia.
7. Desa Wisata Kasongan
Kasongan, Kabupaten Bantul, adalah kampung gerabah yang menawarkan pengalaman langsung untuk belajar membuat gerabah. Orangtua bisa berbelanja gerabah sementara anak-anak belajar dari para pengrajin. Terdapat juga MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo Kasongan yang didirikan oleh Timbul Raharjo, mantan rektor ISI Yogyakarta sekaligus seniman asli wilayah Kasongan.
8. Museum Arsip
Museum Arsip di Bantul sering viral di media sosial. Diorama Arsip Jogja menampilkan arsip-arsip yang terkait dengan sejarah panjang Yogyakarta dari era Panembahan Senopati hingga yang terkini.
9. Monumen Yogya Kembali (Monjali)
Monjali adalah museum tua di Yogyakarta yang didirikan untuk mengulas sejarah saat Ibu Kota Republik Indonesia direbut dari penjajah Belanda. Bangunan ini berbentuk menyerupai tumpeng dan terdiri dari 3 lantai. Koleksinya mencakup heraldika, miniatur, replika, kendaraan, senjata api, foto dokumentasi, alat perhubungan angkatan darat, alat kesehatan, inventaris, patung peraga, arsip, daftar nama pahlawan, relief, diorama, dan evokatif.
Dengan berbagai pilihan wisata edukasi di Yogyakarta, liburan akhir tahun 2025 bisa menjadi momen yang menyenangkan dan bermanfaat bagi seluruh keluarga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar