
Kasus Perdagangan Manusia: Sembilan WNI Diselamatkan dari Kamboja
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diselamatkan dari Kamboja merupakan korban perdagangan manusia. Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai operator komputer, tetapi akhirnya dipaksa menjadi penipu daring (scammer) dan administrator judi online.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Badan Reserse Kriminal Polri, Brigjen Moh Irhamni, menjelaskan bahwa para pelaku menawarkan pekerjaan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjanjikan posisi sebagai operator komputer, namun kenyataannya, korban diperlakukan secara tidak manusiawi.
- Para agen pencari tenaga kerja, yang merupakan kaki tangan para penipu, melakukan pencarian di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Riau, dan Sulawesi Utara.
- Mereka mencari orang-orang yang ingin bekerja di luar negeri, terutama di Kamboja.
- Agen-agen ini juga menyediakan biaya perjalanan dan mengurus dokumen paspor untuk para calon pekerja.
Setelah tiba di Kamboja, korban menghadapi siksaan fisik dan dipaksa bekerja sebagai penipu daring atau admin judi online. Menurut Irhamni, sekitar 90 persen dari kasus-kasus yang bermasalah adalah terkait penipuan daring.
Pemilik perusahaan penipuan dan judi online yang menahan para korban bukanlah warga negara Kamboja, melainkan dari China. Hal ini menunjukkan adanya jaringan internasional dalam kasus ini.
Proses Pemulangan Korban
Polisi menerima informasi tentang nasib anak-anak mereka dari orang tua korban. Selain itu, ada video di media sosial yang dibuat oleh para WNI di Kamboja, meminta agar mereka dapat dipulangkan ke Indonesia.
Setelah melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) dan otoritas imigrasi Kamboja, kesembilan korban akhirnya mendapatkan izin keluar dan berhasil dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (26/12/2025).
“Pada hari ini, hari Jumat 26 Desember 2025, tim penyelidik Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri berhasil memulangkan para korban dengan selamat dan saat ini telah berada bersama-sama dengan kita sekalian,” ujar Irhamni.
Tindakan Lanjutan
Para korban kini sedang menjalani proses pemeriksaan dan pemulihan. Polisi juga akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa para pelaku tidak dapat lagi melakukan aksi serupa.
Selain itu, polisi juga akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.
Peringatan bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang terlalu bagus untuk dipercaya. Jika ada tawaran pekerjaan yang menawarkan gaji tinggi atau fasilitas yang tidak wajar, sebaiknya dilaporkan ke pihak berwajib.
Polisi juga menyarankan agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh agen-agen tak bertanggung jawab yang menawarkan pekerjaan di luar negeri tanpa verifikasi yang jelas.
Dengan kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan bahaya perdagangan manusia dan lebih hati-hati dalam mengambil keputusan terkait pekerjaan di luar negeri.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar