
Bencana Alam Mengancam Purbalingga Sepanjang Tahun 2025
Purbalingga, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, menghadapi ancaman bencana alam yang terus-menerus sepanjang tahun 2025. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukkan bahwa dalam satu tahun terakhir, terjadi sebanyak 97 kejadian bencana di berbagai wilayah kabupaten ini. Dampaknya sangat signifikan, baik secara materi maupun sosial.
Kerugian materiil yang dialami mencapai angka Rp4,74 miliar. Ribuan warga terdampak oleh bencana tersebut, sementara ratusan lainnya harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Dari total kejadian bencana, tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi dan juga paling merugikan.
Tanah Longsor: Bencana Terparah di Purbalingga
Tanah longsor tercatat sebanyak 50 kali selama tahun 2025, yang merupakan lebih dari separuh total kejadian bencana. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Purbalingga, Yulianti, menjelaskan bahwa tanah longsor menyebabkan kerugian terbesar karena dampaknya langsung menghantam pemukiman warga. Kerugian materiil akibat longsor mencapai lebih dari Rp3,3 miliar.
Faktor utama penyebab tanah longsor adalah hujan lebat yang berlangsung cukup lama, ditambah dengan kondisi tanah yang labil. Akibat dari bencana ini, sebanyak 133 warga harus mengungsi, sementara 38 rumah dilaporkan rusak berat hingga tidak layak dihuni. Selain itu, ada 46 rumah lainnya yang kini berada dalam kondisi terancam.
Cuaca Ekstrem: Bencana yang Mematikan
Meskipun tanah longsor menjadi bencana yang paling merugikan secara ekonomi, cuaca ekstrem juga tercatat sebagai bencana yang paling mematikan. Dari 37 kejadian angin kencang dan cuaca buruk, satu orang tercatat meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka. Korban jiwa tercatat pada kejadian cuaca ekstrem tersebut.
Cuaca ekstrem juga memiliki dampak paling luas dari sisi jumlah penduduk yang terdampak, yaitu mencapai 650 jiwa. Kerusakan yang terjadi didominasi kategori ringan dengan 137 unit rumah yang rusak, dengan nilai kerugian mencapai Rp1,27 miliar.
Bencana Lain yang Terjadi di Tahun 2025
Selain tanah longsor dan cuaca ekstrem, bencana banjir juga terjadi sebanyak sembilan kali di tahun 2025. Banjir tersebut merendam sekitar 71 rumah dan memaksa 70 warga untuk mengungsi. Total kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai Rp175 juta.
BPBD Purbalingga juga mencatat adanya satu kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), namun tidak ada kerugian materiil yang tercatat. Sementara itu, bencana gempa bumi dan kekeringan tidak terjadi sama sekali di tahun 2025.
Dampak Keseluruhan Bencana di Purbalingga
Secara keseluruhan, rangkaian bencana tersebut berdampak pada 1.298 jiwa atau 396 kepala keluarga. Sebanyak 251 orang terpaksa mengungsi akibat bencana yang terjadi. Untuk menghadapi potensi bencana yang mengintai, pihak BPBD telah melakukan berbagai upaya mitigasi.
Upaya Mitigasi Bencana yang Dilakukan
Beberapa upaya mitigasi yang telah dilakukan antara lain pemasangan Early Warning System (EWS), penentuan jalur evakuasi, titik kumpul, serta sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Meski demikian, Yulianti mengakui bahwa ada kendala dalam efisiensi anggaran.
"Memang ada kendala pada efisiensi anggaran. Namun seluruh program mitigasi di tahun 2025 sudah berjalan. Meski demikian, kedepan tantangannya adalah bagaimana agar masyarakat bisa bersama-sama menerapkan upaya mitigasi tersebut," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar