Abipraya cepat tangani pascabanjir Sumatra, bangun hunian bagi korban bencana

Peran BUMN dalam Pemulihan Bencana Banjir di Sumatra

PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan pemulihan pascabencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatra. Dengan kolaborasi erat dengan Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), perusahaan ini bersama BUMN lainnya berupaya memberikan dukungan lanjutan melalui pembangunan sekitar 15.000 unit hunian sementara (Huntara) di berbagai daerah yang terdampak bencana.

Sebagai bagian dari tahap awal pemulihan, sebanyak 500 unit Huntara ditargetkan rampung hingga akhir tahun 2025. Proyek ini juga mencakup masyarakat yang terkena dampak banjir di Aceh Tamiang. Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif perusahaan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab BUMN terhadap negara dan masyarakat.

“Keterlibatan aktif perusahaan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab BUMN dalam mendukung negara dan masyarakat, khususnya pada masa darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Sugeng dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa melalui pembangunan Huntara, Brantas Abipraya menegaskan komitmennya untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Perusahaan bekerja 24 jam tanpa henti, mengerahkan alat berat, tenaga kerja, dan seluruh sumber daya yang dimiliki agar proses pemulihan dapat berjalan cepat.

“Harapan kami adalah aktivitas dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tambahnya.

Sinergi Lintas BUMN dalam Pemulihan

Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata peran BUMN dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

“Dukungan BUMN mencakup pemulihan infrastruktur telekomunikasi, penyediaan air bersih, pengerahan alat berat, hingga pelibatan ribuan tenaga kerja untuk pembersihan dan pemulihan wilayah terdampak, termasuk di Aceh Tamiang,” ujar Dony.

SVP Divisi Operasi 3 Brantas Abipraya, Syafriandy, juga menegaskan bahwa seluruh jajaran operasional perusahaan siap bekerja penuh sesuai arahan manajemen puncak. Ia menekankan bahwa penyelesaian pembangunan Huntara menjadi prioritas utama perusahaan.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan untuk membantu masyarakat terdampak agar dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih layak dan aman,” kata Syafriandy.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Melalui sinergi lintas BUMN ini, Brantas Abipraya berharap proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat terdampak. Dengan kerja sama yang kuat antara BUMN dan pihak-pihak terkait, diharapkan kehidupan masyarakat dapat segera pulih dan kembali stabil.

Pembangunan Huntara tidak hanya bertujuan untuk memberikan tempat tinggal sementara, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses pemulihan secara keseluruhan. Dengan demikian, masyarakat yang terkena dampak banjir dapat segera kembali beraktivitas dan merasa aman serta nyaman di lingkungan mereka sendiri.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan