
Dampak Abrasi Sungai di Desa Marunggi
Abrasi sungai telah menyebabkan kerusakan pada tiga rumah di Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Bahkan satu dari rumah tersebut hanyut terbawa arus air. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat dan pemerintah setempat.
Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi langsung meninjau lokasi dan berinteraksi dengan pemilik rumah yang terdampak. Menurut Yota Balad, kejadian ini disebabkan oleh banjir besar yang melanda kota beberapa waktu lalu. "Ada tiga rumah amblas akibat abrasi sungai, disebabkan bencana banjir besar yang melanda Kota Pariaman beberapa waktu lalu, satu rumah hanyut terbawa arus air dan dua rumah bagian dapur terbal dan rusak parah," ujar Yota Balad pada Kamis, 11 Desember 2025.
Rumah-rumah yang terdampak berada di bantaran Sungai Batang Mangor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebelumnya, jarak antara rumah dan sungai masih cukup jauh, tetapi akibat banjir, kerusakan mencapai lebih dari 10 meter ke daratan. Hal ini menyebabkan beberapa rumah terbawa aliran arus air.
Yota Balad menjelaskan bahwa abrasi sungai menyebabkan kerusakan pada bangunan karena tanah di bantaran sungai terkikis. Akibatnya, bangunan-bangunan tersebut mengalami amblas, retak, bahkan roboh. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kota akan mempertimbangkan pengamanan dengan menggunakan batu bronjong. Langkah ini sudah disampaikan kepada Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat (Sumbar).
Pemerintah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di kawasan Sungai Batang Mangor untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Beberapa hari terakhir, daerah ini masih dilanda hujan dengan intensitas sedang. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di kawasan sungai batang mangor ini, untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, karena beberapa hari terakhir, daerah kita masih dilanda hujan dengan intensitas sedang," tambahnya.
Yota Balad juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pariaman akan terus hadir dan bekerja semaksimal mungkin untuk membantu warga yang terdampak. Ia sering menjemput dana dari kementerian untuk pembangunan dan rekonstruksi pasca bencana yang melanda daerah. "Kami berharap kepada warga yang rumahnya terdampak abrasi sungai akibat banjir ini, agar dapat bersabar, karena kita sudah meminta ke pemerintah pusat untuk merekonstruksi bangunan yang terdampak, baik rumah maupun bangunan kantor, dan semoga segera dapat difasilitasi oleh pusat," tutupnya.
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Abrasi Sungai
Pemerintah Kota Pariaman terus berupaya untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada warga yang terkena dampak abrasi sungai. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memperkuat tanggul dan mengamankan bantaran sungai. Dengan adanya batu bronjong, diharapkan dapat mengurangi risiko abrasi dan melindungi bangunan-bangunan yang berada di dekat sungai.
Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian PU dan BPBPK Sumbar untuk mendapatkan dukungan dan sumber daya yang diperlukan. Ini menjadi penting dalam proses rekonstruksi dan pemulihan pasca bencana.
Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah. Khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir atau abrasi, penting untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan siap menghadapi situasi darurat jika terjadi.
Peran Masyarakat dalam Mencegah Bencana
Selain upaya pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam mencegah dan mengurangi dampak bencana. Masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan seperti membersihkan saluran air, menjaga kebersihan lingkungan, dan mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, masyarakat juga bisa mengikuti pelatihan dan edukasi tentang cara menghadapi bencana. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat akan lebih siap dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi bencana.
Dalam upaya mencegah bencana, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah rawan.
Kesimpulan
Peristiwa abrasi sungai di Desa Marunggi menunjukkan betapa pentingnya pencegahan dan mitigasi bencana. Dengan upaya pemerintah dan partisipasi masyarakat, diharapkan dapat mengurangi dampak bencana dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam. Pemerintah Kota Pariaman terus berkomitmen untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada warga yang terdampak, serta memastikan kebutuhan dasar dan keamanan masyarakat terpenuhi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar