
Pengakuan Luka Modric tentang Karakter Allegri dan Kehidupan di Milan
Luka Modric, bintang Kroasia yang memenangkan Ballon d'Or 2018, mengungkapkan kejutan terhadap karakter Massimiliano Allegri. Pemain berusia 40 tahun itu blak-blakan tentang beberapa bulan pertamanya di Milan setelah bergabung dengan Rossoneri sebagai pemain bebas transfer dari Real Madrid musim panas lalu.
Modric langsung menjadi starter dalam 14 pertandingan liga berturut-turut di San Siro. Saya merasa baik, secara fisik dan mental, dan saya menyukai apa yang saya lakukan. Saya ingin terus seperti ini karena saya menikmatinya. Semuanya berjalan sesuai keinginan saya, katanya.
AC Milan tidak bermain di Liga Europa maupun di Liga Champions musim ini dan berada di posisi puncak klasemen Liga Italia Serie A bersama Napoli. Modric menegaskan bahwa kompetisi dan kualitas Serie A tidak kalah dari liga-liga utama di Eropa.
Kami melakukan pekerjaan dengan baik, dan tujuannya adalah untuk tidak berhenti, meskipun banyak tim yang berjuang untuk posisi teratas. Ini sulit, tetapi kami terus maju dengan percaya diri, kata Modric. Ia juga menambahkan bahwa Serie A sangat bagus dan kompetitif, meski mungkin orang luar negeri tidak menyadari betapa sulitnya.
Modric senang bermain untuk klub yang ia anggap sebagai klub Italia terbesar. Ia menikmati setiap hari di Milanello dan setiap kali mengenakan seragam Rossoneri. Saya tidak pernah menyangka akan datang ke Milan sampai saya berada di Real Madrid, tetapi terkadang dalam hidup, hal-hal terjadi ketika Anda paling tidak mengharapkannya. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan karena saya adalah penggemar Milan sejak kecil.
Kejutan dengan Allegri dan Keberhasilan di Lapangan
Modric mengaku terkejut dengan Allegri, tetapi senang bekerja di bawah arahan pelatih tersebut. Dia pelatih hebat, seorang pemenang. Saya senang bekerja dengannya, dan dia mengejutkan saya dengan karakternya, ujarnya. Dia menilai bahwa Allegri memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan suasana yang baik di ruang ganti karena terbiasa melatih para juara hebat. Dia membantu Anda memberikan yang terbaik dan membuat Anda tetap tenang, sehingga lebih mudah untuk melakukan apa yang perlu Anda lakukan.
Di sisi lain, Modric juga menikmati kehidupan luar lapangan di Italia. Saya dan keluarga merasa nyaman di sini. Saya juga mengerti bahasa Italia, tetapi bisa dibilang saya lebih fasih berbahasa lain. Bahasa Kroasia, Inggris, dan Spanyol. Sedikit demi sedikit, saya akan belajar bahasa Italia juga.
Dilema Fisik dan Strategi Allegri
Meski awal musim menggembirakan, Modric mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Sejak awal musim, ia selalu menjadi starter di setiap pertandingan Liga Itali Serie A. Namun, saat melawan Torino, ia tidak mampu mengimbangi tempo permainan, terutama di babak pertama. Di babak kedua, keadaan membaik, terutama berkat kemampuannya menguasai bola di lini tengah.
Modric tetap menjadi salah satu pemain terpenting Massimiliano Allegri dan karenanya paling sering dimainkan. Sejak awal musim, mantan pemain Spurs ini hanya diganti sebelum menit ke-90 dalam dua kesempatan, yaitu saat melawan Cremonese dan Udinese.
Solusi untuk Menjaga Performa Modric
AC Milan butuh solusi agar Modric bisa beristirahat. Melawan Lazio di Coppa Italia, jelas bahwa Ardon Jashari bisa menjadi pengganti yang potensial. Mantan pemain Club Brugge itu menunjukkan performa yang meyakinkan. Samuele Ricci juga tampil cukup baik, tetapi perannya tampaknya sebagai pemain box-to-box, karena Allegri tidak melihatnya bermain di depan lini pertahanan.
Modric dan Ambisi Bersama Milan
Modric menjelaskan mengapa ia memilih AC Milan untuk babak besar terakhir dalam kariernya. Bermain untuk AC Milan adalah hal terbaik bagi saya saat ini, ujarnya. Ia menegaskan bahwa ia masih memiliki rasa lapar untuk bersaing di level tertinggi. Saya datang ke sini untuk menang. Kembali ke Liga Champions adalah target minimum, tetapi saya berharap bisa meraih lebih banyak lagi.
Modric juga mengenang masa kecilnya dan mengungkapkan bahwa ia adalah penggemar Milan jauh sebelum mengenakan kaus tersebut. Idola saya adalah Boban, dan saya tumbuh besar dengan mitosnya. Tapi juga Maldini, Kak, Pirlo, Seedorf... Ia memuji level sepak bola Italia, menyebut Serie A sebagai salah satu liga paling kompetitif di Eropa.
Impian Besar Modric Bersama Milan
Akhirnya, Luka Modric mengungkapkan ambisi terbesarnya bersama AC Milan musim ini. Saya sudah memenangkan segalanya, tapi impian saya adalah menang bersama Milan. Ketika kita pantang menyerah, apa pun bisa terjadi. Forza Milan, selalu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar