Ahli: Buah GMO Aman dan Lebih Bergizi

Isu Keamanan Buah dan Sayuran Hasil Rekayasa Genetika (GMO)


Beberapa waktu terakhir, isu mengenai keamanan buah dan sayuran hasil rekayasa genetika (GMO) kembali menjadi topik perbincangan di media sosial. Banyak orang tua mulai meragukan apakah GMO aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak, terutama karena adanya klaim bahwa produk ini bisa memicu alergi atau berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang. Namun, menurut para ahli, sebagian besar kekhawatiran tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan global dalam menjaga ketahanan pangan, teknologi GMO justru menjadi salah satu inovasi penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Meski demikian, minimnya pemahaman publik membuat produk-produk GMO sering kali dianggap lebih berisiko dibandingkan pangan biasa.

Buah GMO Aman untuk Dikonsumsi Anak dan Keluarga


Produk GMO hadir melalui proses rekayasa genetika dengan tujuan tertentu, seperti meningkatkan kandungan gizi, membuat tanaman lebih tahan hama, atau meningkatkan hasil panen. Dengan kata lain, GMO bukanlah bahaya tersembunyi, melainkan inovasi yang justru membantu produksi pangan yang lebih baik.

Menurut Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, seorang guru besar bidang pangan dan gizi, masyarakat umum sering kesulitan membedakan mana produk GMO dan yang bukan, karena tidak tercantum dalam kode-kode penandaan seperti pada produk organik. Ia memberikan contoh kedelai impor yang banyak digunakan dalam pembuatan tempe di Indonesia.

“Amerika dan Brazil adalah negara yang relatif banyak menggunakan GMO dalam produk-produk pertaniannya. Tapi apakah ketika kita makan tempe itu, kita tahu ada GMO atau tidak? Kita tidak bisa mengetahui, dan itu tidak menjadi masalah,” ujarnya kepada aiotradeMOM, Senin (7/12).

Keamanan Konsumsi GMO

Lalu, bagaimana soal keamanan konsumsi? Prof. Ali menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat bahwa GMO berbahaya bagi manusia, termasuk anak-anak. Menurutnya, WHO sendiri menyatakan bahwa pemahaman kita tentang bahaya GMO masih sangat terbatas. Ada beberapa produk GMO yang dikatakan menyebabkan alergi, tetapi sebagian besar lainnya tidak menunjukkan tingkat bahaya yang signifikan.

Ia juga menekankan bahwa jika produk GMO terbukti berbahaya, lembaga internasional seperti WHO pasti akan membatasi peredarannya, terutama dalam perdagangan global. “Kalau itu berbahaya, pasti WHO sudah menjaga. Apalagi ini menyangkut produk ekspor-impor yang diawasi ketat,” katanya.

Manfaat GMO yang Justru Besar

Selain aman, banyak GMO juga dibuat untuk meningkatkan gizi. Misalnya, tanaman yang direkayasa agar menghasilkan beta karoten atau asam lemak dalam jumlah lebih tinggi. Artinya, manfaatnya justru juga besar dan aman untuk dikonsumsi, Moms.

Dengan demikian, meskipun isu-isu mengenai keamanan GMO sering muncul, para ahli sepakat bahwa produk ini tidak berbahaya dan justru memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan global. Pemahaman yang lebih baik tentang GMO akan membantu masyarakat memilih pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan