Ahli pendidikan soroti jurusan kehilangan relevansi 2026

Ahli pendidikan soroti jurusan kehilangan relevansi 2026

Perubahan Dunia Kerja dan Relevansi Jurusan Pendidikan di Jambi

Memasuki tahun 2026, dunia pendidikan kembali menjadi perhatian utama, terutama dalam hal relevansi jurusan yang ditawarkan. Perkembangan teknologi, otomatisasi, kecerdasan buatan, serta pergeseran struktur ekonomi telah mengubah permintaan pasar tenaga kerja. Hal ini memicu pertanyaan tentang sejauh mana sistem pendidikan mampu menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif.

Banyak bidang keahlian yang sebelumnya dianggap penting kini dinilai tidak lagi sesuai dengan kebutuhan industri. Penurunan relevansi ini tidak selalu disebabkan oleh ilmu yang usang, melainkan karena tumpang tindih kompetensi dengan lulusan dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Di sisi lain, ada juga bidang yang masih dibutuhkan tetapi kurang diminati karena minimnya penghargaan dan prospek kerja yang dianggap kurang menjanjikan.

Evaluasi Ulang Arah Pengembangan Jurusan

Pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas, menyampaikan bahwa beberapa jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), seperti Administrasi Perkantoran, Manajemen, dan Akuntansi, mulai kehilangan relevansi. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di bidang tersebut kini lebih banyak diisi oleh lulusan politeknik dan sarjana.

Lulusan SMK dari jurusan-jurusan tersebut sulit bersaing dengan lulusan pendidikan tinggi, sementara tidak semua siswa SMK melanjutkan studi ke jenjang berikutnya. Jika tidak ada penyesuaian serius, pembelajaran di jurusan tersebut dinilai berpotensi tidak efektif dan perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Sektor Agro Masih Relevan

Di sisi lain, sektor agro seperti pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kelautan dinilai tetap relevan hingga kini. Masalah utamanya bukan pada kebutuhan, melainkan pada rendahnya penghargaan terhadap sektor-sektor tersebut. Darmaningtyas menilai pengenalan bidang agro di SMK sudah tepat selama disesuaikan dengan tingkat kompetensi siswa. Pada tahap SMK, pembelajaran berfungsi sebagai pengenalan dasar sebelum pendalaman di perguruan tinggi.

Relevansi Jurusan di Perguruan Tinggi

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa relevansi jurusan di perguruan tinggi sangat bergantung pada tujuan kuliah itu sendiri. Jika pendidikan tinggi dimaknai sebagai proses pengembangan pola pikir, maka seluruh jurusan akan selalu relevan sepanjang waktu. Namun, ketika kuliah dipersempit hanya sebagai sarana cepat memperoleh pekerjaan, jurusan-jurusan sosial dan humaniora kerap dianggap tidak relevan karena jalur kariernya tidak selalu linear.

Padahal, jika tujuan kuliah diarahkan pada pembentukan cara berpikir kritis dan analitis, bidang sosial dan humaniora justru tetap penting dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan demikian, evaluasi ulang terhadap arah pengembangan jurusan, khususnya di pendidikan vokasi dan menengah kejuruan, menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa lulusan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kebutuhan Adaptasi dalam Sistem Pendidikan

Perubahan yang terjadi di dunia kerja memperlihatkan bahwa sistem pendidikan harus terus beradaptasi. Ini mencakup penyesuaian kurikulum, penguatan kompetensi, serta pemahaman tentang kebutuhan industri. Selain itu, pentingnya memberikan penghargaan dan peluang karier yang lebih baik bagi lulusan jurusan-jurusan yang kurang diminati juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan relevansi pendidikan.

Dengan langkah-langkah yang tepat, pendidikan di Jambi dan daerah lainnya dapat terus berkontribusi dalam membentuk tenaga kerja yang siap menghadapi era digital dan globalisasi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan