Ahmad Faisal Menangis Saat Tuntutan Dibacakan, Ruang Sidang Militer Hening

Ahmad Faisal Menangis Saat Tuntutan Dibacakan, Ruang Sidang Militer Hening

Sidang Lanjutan Kasus Penganiayaan yang Menewaskan Prada Lucky

Sidang lanjutan kasus penganiayaan yang menewaskan almarhum Prada Lucky kembali digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang. Acara ini berlangsung pada hari Kamis, 11 Desember 2025. Dalam sidang tersebut, berbagai aspek hukum dan fakta persidangan dibahas secara mendalam.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah ketika terdakwa Lettu Inf. Ahmad Faisal tampak mengalami emosi yang sangat kuat. Saat Oditur Militer Alex Panjaitan membacakan tuntutan, ia terlihat berusaha menahan air mata.

Agenda utama sidang hari ini adalah pembacaan tuntutan untuk berkas 40-K dan 42-K. Oditur Alex Panjaitan menjelaskan bahwa tuntutan disusun berdasarkan rangkaian fakta persidangan, termasuk alat bukti, keterangan saksi, ahli, serta barang bukti yang telah diajukan selama proses pemeriksaan. Ia juga menegaskan bahwa tindakan para terdakwa dinilai melanggar disiplin dan hukum pidana militer.

Di tengah pembacaan yang panjang, ekspresi Ahmad Faisal mulai berubah. Wajahnya yang sejak awal tampak tegang mulai menunjukkan tanda-tanda emosi yang kuat. Matanya berkaca-kaca, dan ia berusaha menahan air mata yang terus mengumpul. Nafasnya tampak memburu setiap kali Oditur menyebutkan detail perbuatan yang didakwakan kepadanya. Beberapa kali ia terlihat menelan ludah, mencoba mengunci emosi yang nyaris pecah di hadapan majelis hakim.

Meski demikian, sebagai seorang prajurit aktif, Ahmad Faisal tetap berdiri tegak. Tangan dilipat ke belakang, seragam hijau TNI AD lengkap dengan tanda pangkat Letnan Satu dan atribut Kesatuan YONIP TP834WM Naga Keo NTT melekat rapi di tubuhnya. Sikap itu sekaligus menegaskan statusnya yang masih militer aktif.

Oditur kemudian melanjutkan pembacaan mengenai unsur-unsur pelanggaran yang dinilai terpenuhi, termasuk unsur “militer”, “dalam dinas”, serta unsur kesengajaan sebagaimana dimaksud dalam pasal terkait. Uraian tersebut mencakup definisi tindakan memukul menurut KBBI, hingga peran prajurit dalam menjaga kedaulatan dan melindungi segenap bangsa.

Di momen inilah, Ahmad Faisal kembali terlihat kehilangan kontrol emosinya. Meski tidak sampai menangis terisak, getaran halus tampak pada rahangnya dan raut wajah yang tegang tanda ia sedang berjuang menahan tangis. Beberapa pengunjung sidang saling melirik, merasakan perubahan suasana yang mendadak lebih sendu.

Poin-Poin Penting dalam Sidang

  • Pembacaan Tuntutan: Agenda utama sidang hari ini adalah pembacaan tuntutan untuk berkas 40-K dan 42-K.
  • Fakta Persidangan: Tuntutan disusun berdasarkan rangkaian fakta persidangan, termasuk alat bukti, keterangan saksi, ahli, serta barang bukti yang telah diajukan.
  • Tindakan Pelanggaran: Oditur menegaskan bahwa tindakan para terdakwa dinilai melanggar disiplin dan hukum pidana militer.
  • Ekspresi Terdakwa: Terdakwa Lettu Inf. Ahmad Faisal tampak mengalami emosi yang sangat kuat saat tuntutan dibacakan.
  • Kontrol Emosi: Meski mengalami emosi yang kuat, Ahmad Faisal tetap berdiri tegak sebagai prajurit aktif.
  • Unsur Pelanggaran: Pembacaan mengenai unsur-unsur pelanggaran yang dinilai terpenuhi, termasuk unsur “militer”, “dalam dinas”, serta unsur kesengajaan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan