
nurulamin.pro.CO.ID, SYDNEY — Ahmed al-Ahmed, seorang pria berusia 43 tahun yang kini viral karena aksi heroiknya menyergap dan merampas senjata api dari pelaku penembakan di Pantai Bondi, Australia, akhirnya buka suara dari ruang perawatan di rumah sakit. Dalam wawancara dengan TRT World, Ahmed mengungkapkan rasa syukurnya atas keselamatannya.
"Karena Allah, saya melewati masa sulit. Hanya Allah yang tahu," ujar Ahmed dalam bahasa Arab.
Ia juga memohon doa dari ibunya. "Berdoalah untuk saya, ibu. Berdoa agar Allah meringankan situasi ini dan menjaga saya dari cobaan berat."
Menurut Ahmed, ia hanya mengalami luka ringan berkat izin Tuhan. Aksi spontannya yang terjadi di Pantai Bondi kini menjadi sorotan media sosial hingga mendapat pujian dari para pemimpin dunia. Aksi ini dinilai berhasil menyelamatkan banyak nyawa dari aksi membabi-buta pelaku penembakan yang menewaskan 16 orang, seperti dilaporkan otoritas setempat.
Video yang beredar menunjukkan Ahmed bergegas menuju pelaku penembakan di area parkir dekat pantai Bondi. Ia kemudian merangkul pelaku dari belakang dan memaksanya melepaskan senapan dari tangan. Setelah merampas senjata itu, ia sempat menodongkannya kepada pelaku yang terjatuh. Kemudian, ia berlari menuju jembatan tempat pelaku lain berada.
Sebelum bertindak, menurut laporan The Sydney Morning Herald, Ahmed sempat memberi pesan kepada keponakannya: "Saya akan mati, tolong kunjungi keluarga saya dan bilang ke mereka bahwa saya akan membantu menyelamatkan nyawa orang lain."
Meski berhasil selamat, Ahmed mengalami empat hingga lima luka tembak. Saat ini, ia sedang menjalani masa pemulihan setelah operasi di bagian tangan.
Sebuah inisiatif penggalangan dana untuk Ahmed di GoFundMe telah mencapai angka 2 juta dolar AS. Pada Selasa, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengunjungi Ahmed dan mengatakan kepada media bahwa Ahmed akan menjalani operasi lanjutan.
"Pada masa-masa terburuk, kita melihat seorang warga Australia terbaik. Dan itu yang persis kita lihat pada Ahad malam," kata Albanese, merujuk pada Ahmed yang dijuluki sebagai pahlawan.
Ahmed diketahui hijrah ke Australia pada 2006 dari Suriah, tempat ia lahir di desa al-Nayrab, provinsi Idlib, di barat laut Suriah. Kini, ia telah menjadi warga negara Australia dengan profesi sebagai penjual buah.
Ahmed terpisah dari orang tuanya sejak 19 tahun lalu saat ia hijrah ke Australia. Ia adalah ayah dari dua anak perempuan, berusia tiga dan enam tahun.
"Kami berdoa agar Tuhan menyelamatkannya," kata Malakeh Hasan Al Ahmed, ibu dari Ahmed.
Menurut Malakeh, Ahmed akan melakukan apapun untuk melindungi orang lain, tanpa memandang latar belakang iman orang yang diselamatkannya.
"Saat dia melakukannya, dia tidak berpikir tentang latar belakang dari orang yang diselamatkannya, mereka sekarat di jalanan," tambah ayah Ahmed, Mohamed Fateh Al Ahmed.
Menurut orang tua Ahmed, ia dan teman-temannya sedang menikmati kopi di pantai pada Ahad pagi saat mereka mendengar letusan tembakan. Berdasarkan rekaman video yang viral, Ahmed dengan sigap mendekati salah satu pelaku penembakan dari belakang, memukulnya, dan merebut senjata api dari si pelaku.
Pihak kepolisian Australia mengakui bahwa aksi berani Ahmed mencegah lebih banyak korban jiwa akibat aksi pelaku penembakan di Pantai Bondi. Polisi telah mengidentifikasi dua pelaku penembakan yang merupakan ayah dan anak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar