Kondisi Kota Sibolga Pasca-Bencana

Akhir tahun di Kota Sibolga, Sumatra Utara berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Natal dilalui tanpa kemeriahan, sementara Tahun Baru dinanti dengan perasaan cemas bercampur harap. Bencana yang melanda kota pesisir tersebut dan wilayah sekitarnya masih menyisakan luka. Rumah-rumah warga rusak, ladang hancur, dan banyak keluarga harus memulai kembali hidup mereka dari titik nol.
Di sejumlah sudut kota, lumpur belum sepenuhnya surut. Dinding rumah yang retak dibiarkan apa adanya, sementara perabot yang berhasil diselamatkan ditata seadanya. Di tengah kondisi tersebut, SPS Corporate hadir menyusuri titik-titik terdampak bencana. Perusahaan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menyampaikan pesan bahwa kepedulian tidak ikut hanyut bersama bencana.
Bantuan untuk Warga Terdampak
Di Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, Rumah Singgah RBM Hephata menjadi tempat warga merayakan Natal secara sederhana. Tidak ada perayaan besar, hanya doa-doa lirih dan kebersamaan yang apa adanya. Di lokasi tersebut, SPS Corporate menyalurkan bantuan berupa sembako, bahan sandang, serta kebutuhan pribadi bagi para penyintas.
“Waktu bencana itu datang, kami hanya sempat menyelamatkan diri. Barang-barang banyak yang rusak,” ujar Daniel Simanungkalit, salah satu warga yang kini tinggal sementara di rumah singgah tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, Daniel mengaku bantuan yang diterimanya menjadi penguat di penghujung tahun yang berat.
“Natal kali ini sunyi, tetapi bantuan ini membuat kami merasa masih diperhatikan. Ada harapan untuk menyambut tahun baru,” katanya.
Perjalanan Kepedulian SPS Corporate
Perjalanan kepedulian SPS Corporate berlanjut ke Desa Huta Na Bolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Desa tersebut sempat terisolasi akibat bencana, dengan akses jalan terbatas dan aktivitas ekonomi warga terhenti. Dalam kondisi tersebut, bantuan yang disalurkan menjadi penopang awal bagi keluarga-keluarga yang kehilangan sumber penghidupan.
Erika Simanungkalit, warga Desa Huta Na Bolon, mengatakan akhir tahun biasanya menjadi masa panen dan berkumpul bersama keluarga. Namun, tahun ini semua berubah. “Sekarang kebun rusak, penghasilan terhenti, tetapi bantuan ini seperti pengingat bahwa tahun boleh berat, tetapi kami tidak sendirian menjalaninya,” ujarnya.
Masih di Kelurahan Angin Nauli, Lingkungan Aek Parira memperlihatkan dampak bencana di kawasan padat penduduk. Rumah-rumah yang berdempetan membuat warga harus saling berbagi ruang dan menguatkan satu sama lain. Di wilayah ini, SPS Corporate memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi menjelang pergantian tahun.
Kehadiran di Tempat Ibadah
Nuansa akhir tahun juga terasa di ruang-ruang spiritual yang menjadi sandaran batin masyarakat. Di Biara Santo Dominikus Pandan, bantuan disalurkan di tengah suasana doa Natal dan refleksi akhir tahun. Hal serupa terlihat di Gereja Kalam Kudus Sibolga, yang selama masa bencana menjadi tempat warga berlindung, berbagi cerita, dan menguatkan iman.
Bantuan SPS Corporate mencakup sembako, bahan sandang, serta kebutuhan pribadi yang dibutuhkan masyarakat terdampak, termasuk anak-anak dan lansia.
Tanggung Jawab Korporasi
Direktur SPS Corporate Balok Purwoko mengatakan kehadiran perusahaan di Sibolga berangkat dari kesadaran bahwa bencana selalu menempatkan masyarakat dalam kondisi paling rapuh. “Dalam situasi seperti ini, korporasi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar melihat, tetapi hadir dan berjalan bersama masyarakat,” kata Balok.
Menurut dia, momentum Natal dan pergantian tahun menjadi ruang refleksi penting, baik bagi individu maupun institusi. “Natal mengingatkan kita untuk hadir bagi sesama, sementara tahun baru memberi harapan bahwa kehidupan dapat perlahan ditata kembali,” ujarnya.
Balok menegaskan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memberi jeda di tengah tekanan pascabencana. Dia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam proses pemulihan. “Bangkit dari bencana tidak selesai dalam hitungan hari. Diperlukan perhatian yang konsisten, kolaborasi berbagai pihak, serta kesediaan untuk terus mendengar kebutuhan masyarakat,” katanya.
Balok berharap masyarakat Sibolga dapat menyongsong tahun baru dengan kekuatan dan keyakinan. “Di tengah keterbatasan, selalu ada ruang untuk harapan dan kebersamaan,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar