
Presiden Jokowi Siap Tunjukkan Ijazah Asli di Pengadilan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan siap menunjukkan ijazah asli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang selama ini dipermasalahkan oleh pihak tertentu. Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV, Jokowi mengungkapkan bahwa ia merasa sudah saatnya membuktikan keabsahan ijazahnya di hadapan hakim.
"Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa," ujar Jokowi dalam wawancara tersebut di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/12/2025) malam.
Jokowi menegaskan bahwa kasus ini tidak hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah menuduh, menghina, atau memfitnah orang lain tanpa bukti yang jelas. Ia berharap melalui proses hukum, semua pihak bisa belajar untuk lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang muncul.
"Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," ujar Jokowi.
Ia menilai, jika tidak ada tindakan yang tegas, kasus serupa bisa saja terjadi kepada orang lain, termasuk para menteri, presiden sebelumnya, gubernur, bupati, atau wali kota. "Ya kan bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain. Bisa ke menteri, bisa ke presiden yang lain, bisa ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan," tambahnya.
Di tengah situasi yang dinilai ekstrem, Jokowi menekankan pentingnya fokus pada agenda besar negara, seperti strategi penghadapan perubahan teknologi akibat artificial intelligence dan humanoid robotic. Menurutnya, energi publik sebaiknya tidak digunakan untuk urusan-urusan yang dianggap ringan.
"Untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini. Misalnya tadi yang berkaitan dengan menghadapi masa-masa ekstrem, menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence, karena humanoid robotic," ujar Jokowi.
Ia juga menegaskan bahwa isu ijazah palsu bukan sekadar tudingan liar. Jokowi menduga adanya "agenda besar politik" dan "operasi politik" yang sengaja digerakkan untuk merusak reputasinya. Meski UGM telah mengonfirmasi kelulusannya, ia merasa masih ada keraguan yang terus dipelihara.
"Yang membuat ijazah saja sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana," kata Jokowi.
Menurutnya, isu ini tampak dirancang untuk merendahkan dan menurunkan reputasinya. Ia menilai, ada kepentingan tertentu yang sengaja merawat keraguan publik. "Ya mungkin untuk kepentingan politik. Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main, kan mesti kepentingan politiknya di situ," ujarnya.
Jokowi juga menyinggung kegelisahannya melihat energi publik tersedot pada isu yang menurutnya tidak substantif. Ia menekankan pentingnya fokus pada agenda besar negara, termasuk perubahan teknologi yang pesat.
"Jangan malah kita, energi besar kita, kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya urusan ringan," ucap dia.
Minta Dibuktikan
Jokowi menegaskan bahwa logika hukum menempatkan beban pembuktian pada pihak penuduh. Ia mengaku selama empat tahun memilih diam karena merasa cukup memegang bukti asli, namun kini menunggu proses hukum berjalan.
"Ya ini kan sebuah isu yang sudah 4 tahunan dibicarakan, dan sebetulnya sudah 4 tahun diam tidak banyak menanggapi, karena tahu ijazahnya saya pegang gitu loh. Tetapi saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu," kata Jokowi.
Ia memastikan proses hukum adalah forum paling sah untuk menyelesaikan tuduhan itu. "Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara, siapa yang menuduh, itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu, itu coba dibuktikannya seperti apa," ujar dia.
Tolak Mediasi
Masih dalam wawancara eksklusif Kompas TV, Jokowi juga menutup pintu mediasi di kasus tudingan ijazah palsu yang kini sudah menyeret Roy Suryo Cs sebagai tersangka. Menurut Jokowi, untuk pembelajaran bersama, kasus ini lebih baik diputuskan di ranah hukum.
"Iya, untuk pembelajaran kita semuanya. Bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," kata Jokowi dikutip dari wawancara Eksklusif Kompas TV pada Selasa (9/12/2025).
Jokowi berharap demi penegakan hukum kasus ini bisa diputus di pengadilan. "Akan lebih baik untuk pembelajaran kita semuanya," katanya.
Jokowi juga berjanji akan menunjukkan ijazah aslinya di pengadilan. "Ya, itu forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya. Dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya akan saya bawa," tegasnya.
Jokowi khawatir jika isu ijazah palsu ini terus bergulir, maka akan merembet yang lainnya seperti menteri, presiden, gubernur, bupati, walikota, dengan semuanya dengan tuduhan asal-asalan. "Ini untuk pembelajaran kita semuanya," tegasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar