
Sejarah dan Perjalanan Lontong Kupang
Lontong Kupang adalah hidangan khas Sidoarjo yang tidak mudah ditemukan di wilayah Bogor (Kabupaten dan Kota). Beruntung, pada Agustus tahun lalu saya menemukan Warung Jawa Timuran di Perumahan Bumi Sentosa, Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor. Warung ini menyediakan berbagai masakan Jawa Timur seperti rujak cingur, sego pecel, tahu tek, bakso Malang, dan lainnya. Salah satu menu favorit yang saya pesan adalah Lontong Kupang.
Kenalan Pertama dengan Lontong Kupang
Pertama kali mengenal Lontong Kupang adalah ketika dalam perjalanan pulang dari Bangkalan ke Malang. Ayah saya menghentikan Jip Mambo di daerah Waru, Surabaya. Jip Mambo merupakan kendaraan 4X4 buatan Amerika yang populer di Indonesia. Nama lain untuk Jip Mambo adalah CJ-5. Ciri khasnya adalah lampu utama bulat yang mengapit gril tegak serupa CJ-7, namun ukurannya lebih kecil.
Di bawah naungan pohon yang melindungi dari terik matahari Surabaya, saya mencoba Lontong Kupang untuk pertama kalinya dan langsung menyukainya. Ternyata, Lontong Kupang juga bisa ditemukan di Malang, yaitu di Sarinah, dekat alun-alun kotak Kota Malang. Selain itu, ada penjual Lontong Kupang yang berkeliling di sekitar permukiman. Mbok penjual biasanya berangkat dari Bangil, Kabupaten Pasuruan, naik bus membawa barang dagangan.
Proses Penyajian Lontong Kupang
Cara Mbok Penjual meracik Lontong Kupang menjadi pertunjukan yang menyenangkan. Setelah menurunkan barang bawaan, ia mengeluarkan piring dan mengelapnya. Ia menggerus bawang putih mentah, cabai rawit, gula pasir, dan petis kupang pada piring, kemudian memotong-motong lentho. Terakhir, ia menuangkan kuah panas berikut isian (kupang) dan memeras potongan jeruk nipis di atasnya.
Pengalaman Pribadi dengan Lontong Kupang
Ingatan tentang cara Mbok Penjual meracik Lontong Kupang tidak mudah terhapus. Pengalaman merasakannya tidak menempel pada kenangan sampai tahun kemarin. Setelah sekian tahun, untuk pertama kalinya pada Agustus tahun lalu saya melahap Lontong Kupang di daerah Nanggewer, Cibinong, Kabupaten. Saya menduga gerai di dalam perumahan itu merupakan satu-satunya penjual Lontong Kupang di wilayah Bogor Raya.
Ternyata ada satu lagi penjualnya, bukan di Kabupaten Bogor, melainkan Kota Bogor. Sekitar tiga kilometer dari tempat tinggal. Pada bulan Desember lalu, ketika menaiki angkot 07 dari Warung Jambu, melewati Jalan Ahmad Yani, saya membaca "Lontong Kupang" pada spanduk yang berdiri di mulut sebuah gang.
Menu dan Pengalaman Makan di Gerai
Gerai penyedia masakan Jawa Timur ini memiliki beragam menu, tidak hanya Lontong Kupang. Antara lain: Lontong Balap, Lontong Kikil, Tahu Tek, Tahu Telur, Tahu Campur, Nasi Pecel, Nasi Krawu, Rujak Cingur, Nasi Urap, Menjes, Ote-Ote, Sate Kerang, dan sebagainya. Menurut keterangan penjual, tidak semua hidangan tersedia. Nasi Krawu dan golongan nasi lainnya tersedia pada hari kerja untuk melayani makan siang karyawan kantor sekitar.
Mencoba Berbagai Menu
Untuk mencoba berbagai menu tersedia, tidak cukup sekali mendatangi gerai yang dikelola suami istri berasal dari Surabaya itu. Maka, saya mengunjunginya tiga kali.
Lontong Balap
Pada kunjungan pertama, saya memesan Lontong Balap. Seporsi berisi potongan lontong, kuah, tahu goreng, lentho, kecap manis, petis udang, tauge setengah matang, dan taburan bawang goreng. Saya menyantapnya bersama sate kerang. Harganya Rp17.000 seporsi.
Lontong Kikil
Sabtu pekan berikutnya, saya memesan Lontong Kikil. Dari daftar menu, hidangan ini paling mahal, Rp35.000 seporsi. Versi lebih murahnya, Rp20.000, berisi kulit sapi. Isiannya simpel: irisan lontong, kikil rebus, kuah berempah, taburan bawang daun. Kucuran jeruk nipis dan sambal akan menambah rasa.
Lontong Kupang
Sabtu pekan terakhir Desember, kembali saya ke gerai dan memesan Lontong Kupang. Saya tidak melihat cara meraciknya, hanya membayangkan begini: bawang putih, cabai rawit dihaluskan pada piring, ditambah potongan lontong dan lentho, dan petis, lalu disiramkan kuah dan kupang (kerang kecil-kecil berukuran kurang dari satu sentimeter). Harganya, Rp27.000 seporsi.
Kesimpulan
Sejak tinggal di Jakarta, kemudian di Kota Bogor, saya tidak pernah menemukan penjual Lontong Kupang. Baru pada Agustus tahun lalu mendapatkannya di sebuah gerai di Nanggewer, Kabupaten, sekitar 15 kilometer dari rumah di Kota Bogor. Lumayan jauh. Beruntung, pada Desember kemarin saya melihat spanduk yang mengarah ke warung penyedia kuliner Surabaya, termasuk Lontong Kupang. Gerai ada di Kota Bogor, berjarak tiga kilometer dari rumah. Akhirnya, saya mendapatkan warung penyedia Lontong Kupang dan aneka kuliner Surabaya di Kota Bogor. Letaknya dekat, sehingga saya tidak perlu berpayah-payah lagi bila kangen Lontong Kupang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar