
Kehilangan Aki Alat Berat, Warga Lapau Munggu Terpaksa Bekerja Manual
Di tengah ancaman banjir yang terus mengancam, warga di wilayah Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, kini harus berjuang dengan peralatan seadanya. Hal ini terjadi setelah aki alat berat yang digunakan dalam penanganan Sungai Guo hilang, sehingga pekerjaan penanganan sungai terhenti.
Alat berat yang awalnya bekerja sejak awal Desember tidak lagi beroperasi setelah aki-nya raib. Akibatnya, warga terpaksa melakukan penataan aliran sungai secara manual. Tanpa bantuan mesin, puluhan warga turun ke sungai untuk memindahkan bongkahan batu dan kayu besar hanya dengan kekuatan tangan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran, terutama saat hujan turun. Aliran Sungai Guo kini terpecah akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu, dan mengancam pemukiman warga. Jika aliran air tidak segera dikembalikan ke jalur utama, rumah-rumah warga di sekitar lokasi dipastikan akan hancur jika hujan lebat kembali turun.
Tindakan Gotong Royong Warga
Warga Lapau Munggu melakukan aksi gotong royong pada Rabu (24/12/2025) kemarin. Upaya nekat ini dilakukan demi membuat tanggul darurat. Namun, tanpa bantuan mesin, proses ini sangat melelahkan dan memakan waktu.
Ketua RT 02, RW 06 Adenan Syahputra menceritakan kisah pilu di balik tidak beroperasinya alat berat di lokasi tersebut. Menurutnya, sebuah peristiwa kriminal menjadi penyebab utama penderitaan warga saat ini. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya alat berat sudah masuk dan bekerja selama tiga hari di lokasi sejak tanggal 5 Desember lalu. Namun, bantuan itu terhenti secara tragis pada tanggal 9 Desember subuh.
"Pada 9 Desember subuh itu, kami mendapati aki alat berat sudah hilang diambil orang. Padahal baru tiga hari membantu kami di sini," ujar Adenan Syahputra dengan nada kecewa saat ditemui, Kamis (25/12/2025).
Aksi pencurian ini terbilang sangat rapi dan dilakukan oleh profesional. Menurut pengamatan warga dari jejak yang ditinggalkan, pelaku diduga berjumlah lebih dari tiga orang. "Dari jejaknya pelaku lebih dari tiga orang. Padahal aki itu sangat susah untuk dibuka, tapi nyatanya mereka tetap saja bisa mengambilnya," ucapnya.
Dampak Pencurian terhadap Keamanan Wilayah
Kejadian ini berimbas fatal bagi keselamatan warga. Akibat kehilangan komponen vital tersebut, bantuan alat berat lainnya kini menjadi enggan untuk masuk ke wilayah Lubuk Manggu karena faktor keamanan. Hingga saat ini, upaya warga untuk mencari keberadaan aki yang hilang tersebut tidak membuahkan hasil. Sementara itu, usulan bantuan alat berat yang baru dari pemerintah daerah pun belum kunjung terealisasi.
"Kami sudah gotong royong dua kali pakai tangan. Kami sangat memohon bantuan Pemerintah, khususnya Kota Padang, untuk mengirimkan kembali alat berat," tegasnya.
Kekhawatiran Warga
Rasa takut selalu menghantui Baria Anita Fitri, seorang warga Lapau Munggu yang ikut turun langsung dalam aksi gotong royong manual tersebut. Ia membenarkan bahwa warga harus mengangkat material berat secara manual. "Kami memindahkan kayu dan batu yang besar hanya dengan tangan. Menunggu bantuan alat berat ini sangat lama, padahal hujan turun hampir setiap hari," keluh Baria.
Baria juga mengungkapkan kecemasannya setiap kali langit mulai mendung. "Setiap hari hujan kami cemas. Anak saya ketika malam selalu melihat air, jika mulai besar dia langsung kasih tahu saya agar kami bisa waspada," tuturnya dengan raut wajah khawatir.
Harapan Warga kepada Pemangku Kebijakan
Warga Lapau Munggu kini hanya bisa berharap agar suara mereka didengar oleh pemangku kebijakan. Mereka sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk memperbaiki tanggul Sungai Guo secara permanen sebelum bencana yang lebih besar terjadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar