Akibat vila mangkrak di bukit, warga pinggir jalan Cipicung kebanjiran

Akibat vila mangkrak di bukit, warga pinggir jalan Cipicung kebanjiran

BALEENDAH, nurulamin.pro – Banjir yang kerap menggenangi ruas jalan Cipicung, Baleendah, Kabupaten Bandung, kini dirasakan langsung oleh warga yang tinggal dan beraktivitas di pinggir jalan. Warga menduga kondisi tersebut merupakan akibat vila mangkrak di kawasan perbukitan sekitar Cipicung yang telah mengubah kontur bukit dan jalur aliran air.

Asep (45), warga yang rumahnya berada tak jauh dari badan jalan, mengungkapkan bahwa banjir mulai sering terjadi sejak pembangunan vila di kawasan atas bukit dilakukan, meski hingga kini proyek tersebut dibiarkan terbengkalai.

“Airnya turun dari atas bukit. Begitu hujan, langsung meluap ke jalan. Dulu enggak pernah begini,” kata Asep.

Hal serupa disampaikan Neni (38), pemilik warung di pinggir jalan Cipicung. Ia mengaku genangan air kerap masuk ke area depan warungnya dan mengganggu aktivitas jual beli.

“Kalau hujan agak lama, air naik. Warung jadi becek, pembeli juga sepi karena jalannya tergenang,” ujarnya.

Sementara itu, Dedi (41), warga lainnya, menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, genangan air membuat jalan licin dan membahayakan pengendara, terutama sepeda motor.

“Banyak yang enggak tahu ada lubang karena ketutup air. Malam hari lebih bahaya,” ucap Dedi.

Warga menilai kondisi ini jauh berbeda dibandingkan sebelum adanya pembangunan vila di kawasan perbukitan tersebut. Perubahan lahan yang tidak disertai penataan ulang dan sistem drainase dinilai membuat air hujan mengalir langsung ke jalan dan permukiman warga.

Hingga kini, vila di kawasan puncak tersebut masih dalam kondisi mangkrak tanpa kejelasan. Tidak terlihat adanya upaya antisipasi banjir maupun penataan ulang lahan yang telah dibongkar.

Warga berharap pemerintah setempat segera turun tangan untuk melakukan peninjauan lapangan, mengevaluasi dampak lingkungan, serta mengambil langkah konkret agar banjir di jalan Cipicung tidak terus berulang.

Bagi warga pinggir jalan, hujan yang seharusnya membawa kesejukan kini justru menjadi sumber kekhawatiran akibat banjir yang tak kunjung teratasi.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan