Akses Desa Singkup Tersumbat: Tebing 11 Meter Longsor Tutup Jalan Utama

Akses Desa Singkup Tersumbat: Tebing 11 Meter Longsor Tutup Jalan Utama

Bencana Longsor di Kabupaten Kuningan Akibat Hujan Deras

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan memicu bencana tanah longsor di Blok Kardi, Desa Singkup, Kecamatan Japara. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, dan menyebabkan akses jalan usaha tani lumpuh total setelah tertimbun material tanah yang sangat tebal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerusakan pada infrastruktur jalan dan lahan pertanian milik warga dilaporkan cukup masif.

Bencana bermula ketika hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Japara sejak tengah malam. Pada pukul 01.45 WIB, tebing di Blok Kardi tidak lagi mampu menahan beban resapan air sehingga mengalami longsoran hebat. Material tanah yang luruh kemudian menutup akses jalan di RT 002 RW 001 Dusun 1, sehingga menyebabkan aktivitas warga terhenti seketika.

Pihak BPBD Kuningan menerima informasi awal bencana pada pukul 10.00 WIB dan langsung menerjunkan Tim Assessment untuk memetakan dampak di lokasi kejadian. Berdasarkan data kaji cepat, tebing yang mengalami longsor memiliki dimensi panjang 20 meter, tinggi 11 meter, dan lebar 7 meter. Material tanah yang meluncur tersebut menimbun badan jalan dengan ketebalan mencapai 3 meter di sepanjang 20 meter akses jalan.

Dampak kerugian akibat bencana ini mencakup beberapa sektor penting. Di antaranya, jalan usaha tani yang menjadi urat nadi mobilitas petani di Desa Singkup tapi tidak dapat dilalui. Selain itu, sedikitnya 2 hektar sawah Bengkok di Dusun Pahing luluh lantah akibat terjangan material tanah. Serta kerusakan permanen pada tebing Blok Kardi menciptakan risiko kerawanan baru bagi lingkungan sekitar.

Melihat ketebalan material tanah yang mencapai 3 meter, proses evakuasi tidak memungkinkan jika hanya dilakukan secara manual. Oleh karena itu, BPBD Kuningan menetapkan kebutuhan mendesak berupa alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.

Struktur tanah yang masih labil di area longsoran menuntut kewaspadaan ekstra, baik dari petugas maupun masyarakat setempat. BPBD Kuningan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih fluktuatif. Langkah penanganan lanjutan akan terus dikoordinasikan secara lintas sektoral guna memastikan percepatan pemulihan akses ekonomi warga di Desa Singkup.

Kerusakan yang Terjadi

  • Jalan Usaha Tani: Akses jalan usaha tani yang menjadi jalur vital bagi petani di Desa Singkup terganggu total akibat tertimbun material tanah.
  • Lahan Pertanian: Sebanyak 2 hektar sawah Bengkok di Dusun Pahing rusak parah akibat material tanah yang menghancurkan tanaman.
  • Tebing: Kerusakan permanen pada tebing Blok Kardi menciptakan ancaman baru terhadap lingkungan sekitar.

Upaya Penanganan

  • Tim Assessment: BPBD Kuningan segera menerjunkan tim assessment untuk mengevaluasi kerusakan di lokasi kejadian.
  • Alat Berat: Diperlukan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup oleh material tanah.
  • Kewaspadaan Masyarakat: Petugas dan masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat risiko bencana susulan.

Kesimpulan

Bencana tanah longsor di Kabupaten Kuningan merupakan peringatan penting tentang bahaya hujan deras yang bisa memicu bencana alam. Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat untuk meminimalkan risiko dan mempercepat pemulihan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan