
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Sukamulya secara swadaya menimbun jalan rusak sepanjang sekitar 500 meter yang menjadi akses utama antar desa.
- Jalan tersebut merupakan jalur vital pengangkutan hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
- Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pembangunan jalan secara permanen agar mobilitas dan perekonomian desa tidak terganggu.
nurulamin.pro, MARTAPURA -- Masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur gotong royong menimbun jalan rusak di akses vital antar desanya yang terancam lumpuh.
Secara swadaya, masyarakat bekerjasama menimbun jalan rusak yang menjadi penghubung utama antara Desa Sukamulya dan Desa Karang Endah.
Berdasarkan data yang dihimpun menunjukkan, kerusakan jalan yang diperbaiki warga mencapai sekitar 500 meter.
Jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah sehingga sulit dilalui kendaraan, terutama saat hujan.
Dengan material seadanya, warga berupaya menutup lubang dan meratakan permukaan jalan agar tetap bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Sukamulya, Dwi, mengatakan gotong royong ini dilakukan sebagai langkah darurat.
Menurutnya, kondisi jalan sudah lama rusak dan hingga kini belum mendapat penanganan permanen.
“Kami terpaksa menimbun jalan ini secara swadaya. Kalau dibiarkan, kendaraan tidak bisa lewat sama sekali. Padahal jalan ini sangat penting bagi warga,” ujar Dwi kepada jurnalis nurulamin.prodan sripoku.com, Senin (12/1/2026).
Dwi menjelaskan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama antar desa yang menopang pergerakan ekonomi masyarakat.
Setiap hari, jalan itu digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian, menuju pasar, hingga mengakses layanan dasar.
“Kalau jalannya rusak parah, kami kesulitan membawa hasil panen. Ongkos angkut jadi mahal karena kendaraan tidak bisa masuk. Ini sangat memberatkan petani,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang belum diperbaiki secara permanen membuat kendaraan roda empat kesulitan melintas, sehingga kapasitas angkut hasil pertanian menjadi terbatas.
“Kalau jalannya diperbaiki secara permanen, mobil bisa masuk. Sekali angkut bisa lebih banyak, biaya juga lebih ringan. Itu sangat membantu ekonomi warga,” jelas Dwi.
Meski terdapat jalur alternatif, Dwi menilai akses tersebut tidak efektif karena jaraknya lebih jauh dan memerlukan biaya tambahan.
“Jalan alternatif memang ada, tapi jaraknya memutar dan biayanya jauh lebih besar. Karena itu kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” katanya.
Warga Desa Sukamulya berharap, upaya gotong royong yang mereka lakukan dapat menjadi perhatian pihak terkait.
Mereka menilai pembangunan infrastruktur jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut kelangsungan ekonomi dan mobilitas masyarakat antar desa.
Dengan akses jalan yang memadai, warga meyakini distribusi hasil panen akan lebih lancar, biaya produksi dapat ditekan, dan perekonomian desa bisa tumbuh lebih baik.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar