Aksi Divestasi Perusahaan Jelang Akhir Tahun: APLN, WSKT, dan EXCL

Aksi Divestasi Perusahaan Jelang Akhir Tahun: APLN, WSKT, dan EXCL

Perusahaan Papan atas Melakukan Aksi Korporasi di Akhir Tahun 2025

Di penghujung tahun 2025, sejumlah perusahaan terbesar di Indonesia melakukan aksi korporasi seperti penjualan atau divestasi aset. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat posisi keuangan dan fokus pada bisnis inti. Beberapa perusahaan yang terlibat dalam aksi tersebut antara lain PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), serta PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL).

Penjualan Aset oleh PT Agung Podomoro Land Tbk.

Salah satu perusahaan yang baru-baru ini melakukan transaksi adalah PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN). Perusahaan pengembang properti ini menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Karya Pratama Propertindo kepada dua pihak, yaitu PT Puri Dibya Property dan PT Hartons Property Development. Transaksi ini dilakukan melalui penandatanganan dokumen jual beli pada Kamis, 11 Desember 2025.

Menurut laporan keuangan APLN hingga 30 September 2025, PT Karya Pratama Propertindo memiliki aset senilai Rp301,93 miliar. Aset tersebut mencakup pengelolaan hotel Sofitel Bali Ubud Resort and Spa. Dengan penjualan ini, APLN berharap dapat meningkatkan likuiditas perusahaan dan mengurangi beban utang.

Transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi finansial perseroan, kata Wakil Direktur Utama APLN Noer Indradjaja dan Direktur Paul Christian dalam keterbukaan informasi.

Divestasi Aset oleh BUMN Karya

Sebelum APLN, dua BUMN Karya juga telah lebih dulu melakukan aksi divestasi. Salah satunya adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), yang melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road, melepas saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) kepada PT Bakrie Toll Indonesia senilai Rp3,28 triliun. Transaksi ini efektif sejak 28 November 2025.

Dalam transaksi tersebut, Waskita menerima pengembalian shareholder loan sebesar Rp1,92 triliun, pengalihan saham senilai Rp388,89 miliar, serta pengalihan piutang sebesar Rp970,75 miliar. Manajemen Waskita menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis.

Dana hasil divestasi akan menambah likuiditas dan arus kas bagi operasional perseroan, ujar manajemen Waskita dalam keterbukaan informasi.

PT PP (Persero) Tbk. Melepas Saham di Celebes Railway Indonesia

Selain itu, PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) juga melakukan divestasi dengan melepas 47,81% kepemilikan sahamnya di PT Celebes Railway Indonesia (CRI) kepada PT Solra Energi Terbarukan senilai Rp282,1 miliar. Transaksi ini dilakukan melalui perjanjian jual beli saham bersyarat.

Manajemen PTPP menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 20252029 yang bertema back to core. Tujuan dari aksi ini adalah untuk memperkuat fokus pada bisnis inti dan meningkatkan efisiensi operasional.

Divestasi Aset oleh PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.

Di sektor telekomunikasi, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) juga melakukan divestasi. Perusahaan ini menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) sebesar 4,33 miliar lembar saham. Harga transaksi per saham adalah Rp432, sehingga EXCL mendapatkan dana segar sebesar Rp1,87 triliun.

Setelah transaksi ini, EXCL tidak lagi memiliki kepemilikan langsung di MORA. Tujuan dari penjualan ini adalah untuk memperkuat portofolio investasi dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Kesimpulan

Aksi korporasi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di akhir tahun 2025 menunjukkan upaya mereka untuk memperkuat posisi keuangan, memfokuskan diri pada bisnis inti, dan meningkatkan efisiensi operasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membawa perusahaan menuju pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan