Perayaan Natal Nasional GMKI di Mamasa: Gotong Royong dan Pembangunan Gereja
Perayaan Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tahun 2025 berlangsung meriah di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Acara ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan bagi kader GMKI se-Nusantara, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun komitmen bersama antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat.
Acara dimulai dengan aksi gotong royong yang melibatkan para kader GMKI dan warga setempat dalam membangun gereja permanen. Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Sadabosa, Klasis Tawadian Timur, menjadi pusat perhatian dalam proyek ini. Sebelumnya, gereja tersebut hanya memiliki struktur sederhana dengan lantai tanah dan dinding kayu. Namun, kini akan dibangun menjadi gedung permanen yang lebih kokoh dan layak untuk kebutuhan ibadah.
Sekretaris Fungsi Gereja PP GMKI, Sonya Simanjuntak, menjelaskan bahwa pembangunan gereja ini dilakukan secara kolaboratif. Prosesnya telah dimulai sejak peletakan batu pertama pada tanggal 20 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa GMKI berkomitmen untuk mengawal proses pembangunan hingga selesai. "Kami berharap gereja ini dapat menjadi wadah pengajaran, pembinaan, dan pelayanan bagi warga Gereja Sadabosa dan kader GMKI Mamasa," ujarnya.

Hadirnya 7.000 Peserta dalam Perayaan Natal
Perayaan Natal Nasional GMKI 2025 dihadiri oleh sekitar 7.000 peserta, termasuk masyarakat Mamasa dan kader GMKI dari berbagai daerah. Hadir juga Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, serta Gubernur Sulselbar, Suhardi Duka, yang turut menyemarakkan acara tersebut.
Ketua Umum PP GMKI, Prima Subakti, menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh civitas GMKI se-Nusantara dan masyarakat Kabupaten Mamasa. Dalam sambutannya, ia berharap perayaan Natal ini menjadi ajang memperkuat semangat kebersamaan dan cinta kasih dalam membangun kabupaten yang lebih baik.
Prima menekankan bahwa perayaan natal tahun ini difokuskan pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di daerah. Ia mengajak kolaborasi antara GMKI, pemerintah, dan pengusaha lokal untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi pemuda Mamasa. Salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah komitmen untuk fasilitasi 200 orang beasiswa bagi pemuda Mamasa yang ingin melanjutkan studi magister dan doktoral di beberapa universitas ternama.
"Skema beasiswa ini tidak menggunakan APBD, melainkan melalui gotong royong antara GMKI, Pemerintah Kabupaten Mamasa, dan para pengusaha yang ada di Mamasa," jelas Prima.
Langkah-Langkah Strategis untuk Pembangunan Mamasa
Selain itu, Prima juga meminta GMKI Cabang Mamasa dan Majene untuk mulai menyusun riset tentang potensi dan pertumbuhan ekonomi Mamasa. Riset ini akan menjadi dasar rekomendasi pembangunan jangka panjang serta program penguatan kesejahteraan masyarakat ke depan.
Ia menegaskan bahwa kader GMKI yang berasal dari Mamasa harus kembali ke daerah mereka untuk mendukung upaya pemerintat dalam membangun pertumbuhan ekonomi. "Kita dukung Bupati Mamasa untuk membangun pertumbuhan ekonomi di Mamasa melalui riset," tambahnya.
Dengan perayaan Natal Nasional yang penuh makna dan komitmen kuat dari berbagai pihak, GMKI menunjukkan bahwa pergerakan organisasi ini tidak hanya berfokus pada aktivitas keagamaan, tetapi juga pada peran aktif dalam pembangunan daerah. Melalui gotong royong dan kolaborasi, GMKI terus berupaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat Mamasa dan wilayah lainnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar