Aktivis: Hak Asasi Manusia di Sumba Timur Masih Lemah

Aktivis: Hak Asasi Manusia di Sumba Timur Masih Lemah

Peran dan Tantangan dalam Pemenuhan Hak Asasi Manusia di Sumba Timur

Aktivis kemanusiaan di Sumba Timur, NTT, Rambu Dai Mami menyoroti bahwa pemenuhan hak asasi manusia (HAM) di wilayah tersebut masih lemah. Ia mengungkapkan bahwa kelemahan ini terlihat dari dominasi budaya patriarki yang masih kuat, ketimpangan dalam relasi kekuasaan, serta kemiskinan struktural yang memengaruhi masyarakat, terutama perempuan dan anak.

Kondisi ini membuat banyak kasus pelanggaran HAM sering dibiarkan tanpa tindakan. Hal ini diperparah oleh respons negara yang kurang efektif dalam penegakan hukum. Menurut Rambu Dai Mami, pemenuhan HAM khususnya untuk perempuan dan anak masih menghadapi tantangan serius. Kekerasan sering kali dinormalisasi oleh budaya patriarki, ketimpangan relasi kuasa, kemiskinan struktural, serta kurangnya respons dari pihak berwenang.

Korban Sering Dibungkam

Berdasarkan pengalamannya sebagai aktivis, korban yang ia dampingi sering kali tidak berani menyampaikan keluhan mereka. Hal ini disebabkan oleh rasa takut, stigma masyarakat, dan ketergantungan ekonomi. Akibatnya, para korban tidak memiliki ruang untuk mendapatkan keadilan.

Selain itu, minimnya akses terhadap layanan perlindungan, pendampingan hukum, dan pemulihan psikososial juga semakin memperburuk kondisi korban. Rambu Dai Mami menekankan bahwa kekerasan apa pun bukanlah bagian dari tradisi. Pengakuan atas perilaku yang melanggar HAM bukanlah aib, tetapi harus diakui dan ditangani dengan serius.

Tanggung Jawab Bersama dalam Melindungi Korban

Ia menyerukan kepada pemerintah, penegak hukum, dan tokoh masyarakat untuk tidak lagi mengabaikan pihak-pihak yang hak asasinya tidak dilindungi. Negara, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda, serta masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi korban dan memastikan keadilan.

Rambu Dai Mami berharap peringatan Hari HAM Internasional 10 Desember 2025 ini dapat menyadarkan semua pihak untuk lebih memastikan lingkungan yang aman bagi semua orang, terutama para korban. Selain itu, penegakan hukum yang adil dan pendidikan publik yang berkelanjutan diperlukan agar kabupaten ini menjadi ruang aman, bermartabat, dan manusiawi bagi semua, tanpa terkecuali.

Upaya untuk Menciptakan Lingkungan yang Lebih Baik

Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia. Edukasi dan pelatihan harus terus dilakukan agar masyarakat dapat memahami hak-hak dasar mereka dan cara melindungi diri dari pelanggaran HAM. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal sangat diperlukan untuk menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif.

Pemenuhan HAM juga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keadilan dan keamanan di lingkungan sekitarnya. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Sumba Timur dapat menjadi tempat yang lebih aman dan adil bagi semua warga.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan