Aktivitas Gunung Telong Naik Level Siaga, 2.500 Warga Bener Meriah Mengungsi

Aktivitas Gunung Telong Naik Level Siaga, 2.500 Warga Bener Meriah Mengungsi

Peningkatan Aktivitas Gunung Burni Telong Mengakibatkan Pengungsian Massal

Aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengalami peningkatan yang memicu kepanikan di kalangan warga. Status gunung tersebut telah dinaikkan menjadi level III atau status siaga, sehingga sebanyak 2.500 warga terpaksa mengungsi ke beberapa titik pengungsian. Kejadian ini terjadi setelah terjadinya 16 kali gempa sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Suharyanto, turun langsung meninjau lokasi pengungsian dan memberikan bantuan kepada para pengungsi. Ia juga menyampaikan informasi terkini tentang status Gunung Burni Telong berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Warga Mengungsi Karena Kekhawatiran

Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, menjelaskan bahwa para pengungsi tersebar di beberapa titik, seperti Rongka, Simpang Balik, dan Lampahan. Mereka mulai mengungsi sejak dini hari setelah gempa terasa cukup kuat. Awalnya, hanya warga dari dua desa, yakni Pantan Pediangen dan Rembune, yang dievakuasi. Namun, kepanikan meluas hingga ke desa lain seperti Bandar Lampahan dan Damaran.

“Alhamdulillah, hari ini Kepala BNPB turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban terdampak gempa. Pemerintah hadir begitu cepat, dan kita berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah berada di tengah-tengah korban bencana,” ujar Tagore.

Dalam kunjungannya, Letjen TNI Suharyanto mendengarkan aspirasi serta keluhan masyarakat di tenda pengungsian. Ia juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok untuk menopang kehidupan para pengungsi. Berdasarkan data BMKG dan PVMBG, tercatat 16 kali gempa terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Meski demikian, intensitas gempa mulai menurun pada siang harinya.

Pernyataan dari Kepala BNPB

Suharyanto menjelaskan bahwa status Gunung Burni Telong berada di level III Siaga. Ia menambahkan, kondisi ini tidak akan bertahan selamanya dan berharap status gunung dapat segera menurun ke level II sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing. Ia berpesan agar seluruh pihak memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, mengingat situasi bencana di Aceh saat ini juga diperparah oleh banjir besar dan longsor.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi agar warga tidak semakin panik. Menurutnya, informasi yang akurat dan transparan sangat diperlukan untuk menghindari kepanikan yang lebih besar.

Kesaksian Warga

Seorang warga Desa Rembune, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Juniar, menceritakan pengalaman saat gempa terjadi. Ia bersama keluarga berhamburan keluar rumah karena khawatir bangunan runtuh. “Kami syok dan panik, sampai tidur di halaman rumah awalnya. Biasanya memang sering gempa, tapi tidak separah malam ini,” ungkapnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, aparatur desa mengimbau warga untuk sementara waktu berlindung di tenda pengungsian. Menjelang tengah malam, seluruh penduduk di kawasan Burni Telong akhirnya memutuskan mengungsi ke tiga titik yang telah disiapkan. Juniar menambahkan, meski ingin pulang, warga masih diliputi rasa takut akan kemungkinan munculnya debu vulkanik atau racun dari aktivitas gunung.

“Kami di pengungsian membutuhkan selimut karena dingin, sembako, pampers, serta obat-obatan,” katanya.

Kondisi Pengungsian

Para pengungsi menghadapi berbagai kesulitan, termasuk cuaca yang dingin dan kurangnya persediaan kebutuhan pokok. Sejumlah warga mengungsi ke Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, sebagai tempat sementara. Di sana, mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah dan relawan.

Pemerintah daerah dan lembaga terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Selain itu, pihak berwenang juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Burni Telong untuk memberikan informasi yang akurat dan aman bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan