
Motif Teror Bom di 10 Sekolah Depok Terungkap
Seorang mahasiswa berinisial HRR (23) nekat melakukan teror bom dengan mengirimkan ancaman melalui email ke 10 sekolah di Kota Depok, Jawa Barat. Kejadian ini terjadi menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Rabu (24/12/2025). Motif utama dari tindakan tersebut adalah rasa sakit hati akibat lamaran yang ditolak oleh keluarga mantan kekasihnya.
Penyebab Teror Bom
HRR diduga mempergunakan nama dan alamat mantan kekasihnya, Kamila Hamid, untuk mengirimkan ancaman bom. Hal ini dilakukan karena hubungan asmara antara HRR dan Kamila kandas setelah lamaran HRR ditolak oleh keluarga mantan kekasihnya. Dalam pernyataannya, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, menyebutkan bahwa motivasi tersangka berasal dari kekecewaan pribadi.
“Motif dari tersangka untuk melakukan teror ataupun tindak pidana ini adalah tersangka merasa kecewa karena memang yang bersangkutan sempat berpacaran, yaitu Saudara H dan Saudari Kamila ini, sempat berpacaran di tahun 2022. Kemudian sempat juga keluarga besar dari Saudara H melamar tapi ditolak,” ujar Made.
Selain itu, HRR juga kerap memberikan ancaman kepada Kamila sebelum melakukan aksi teror bom. Ia bahkan sampai mengirimkan pesanan makanan fiktif ke rumah Kamila tanpa ada permintaan dari pihaknya.
Aksi Teror yang Dilakukan
Ancaman bom dikirimkan melalui email dengan identitas tertentu. Pihak kepolisian langsung bertindak cepat setelah menerima laporan. Tim Gegana Brimob Polri melakukan sterilisasi di seluruh lokasi yang disebutkan dalam pesan teror. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan bom maupun benda mencurigakan di sekolah-sekolah yang menjadi target.
Menurut Kasi Humas Polres Depok, AKP Made Budi, polisi juga telah meminta keterangan dari pemilik akun email yang digunakan untuk mengirim ancaman tersebut. Namun, pemilik akun mengaku tidak mengirimkan email tersebut secara langsung dan menyatakan bahwa akunnya diduga diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Daftar Sekolah yang Terkena Ancaman
Beberapa sekolah yang menerima ancaman bom antara lain:
- SMA Arrahman
- SMA Mawaddah
- SMA Muhammadiyah 4 Depok
- SMA PGRI Depok
- SMA Bintara Depok
- SMA Budi Bhakti
- SMA Cakra Buana
- SMA Muhammadiyah 07 Depok
- SMA IT Nururrahman
- SMAN 6 Depok
Isi email tersebut memuat ancaman terhadap keamanan sekolah dan para siswa, termasuk intimidasi akan melakukan aksi kekerasan serta penyalahgunaan narkoba. Pelaku juga mengancam akan meneror bom, menculik, dan membunuh para murid, serta menyebarkan narkoba ke sekolah-sekolah yang menjadi targetnya.
Tanggapan dari Pihak Berwajib
Polisi menegaskan bahwa situasi saat ini aman dan terkendali, serta tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. HRR ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan teror bom yang ia lakukan. Ia dijerat dengan beberapa pasal hukum terkait informasi dan transaksi elektronik serta kejahatan terorisme.
Dengan terungkapnya kasus ini, pihak kepolisian memastikan bahwa isi email yang menyudutkan Kamila sebagai korban asusila tidak benar dan hanya karangan tersangka. Selain itu, pihak kepolisian sedang mendalami pengakuan pemilik akun email yang menyatakan bahwa akunnya diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.
Kesimpulan
Peristiwa teror bom di 10 sekolah Depok menunjukkan betapa pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban umum. Motif teror yang berasal dari rasa sakit hati pribadi menunjukkan bagaimana masalah pribadi dapat berdampak pada lingkungan sekitar. Dengan tindakan cepat dari aparat kepolisian, situasi akhirnya bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan yang lebih parah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar