Alasan Zulkifli Hasan Tertawa Saat Ditanya Soal Hutan, Ketum PAN Tantang Harrison Ford Debat Terbuka

Alasan Zulkifli Hasan Tertawa Saat Ditanya Soal Hutan, Ketum PAN Tantang Harrison Ford Debat Terbuka

Zulkifli Hasan Buka Suara tentang Wawancara dengan Harrison Ford yang Kembali Viral

Video wawancara antara Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), dengan aktor Hollywood Harrison Ford kembali menjadi perbincangan setelah bencana banjir di Sumatra. Video tersebut, yang merupakan bagian dari dokumenter Years of Living Dangerously, kembali muncul ke permukaan dan memicu diskusi mengenai konteks percakapan yang terjadi.

Pertemuan Bersejarah: Dari Undangan Kuntoro Hingga Isu Tesso Nilo

Dalam tayangan YouTube Denny Sumargo, Zulhas mulai mengungkap kembali pengalamannya saat bertemu Harrison Ford. Ia mengatakan bahwa pertemuan itu terjadi sekitar tahun 2009 atau 2010, setelah mendapat undangan dari almarhum Kuntoro. Saat itu, ia sudah mengetahui bahwa pembicaraan akan berfokus pada isu kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo.

Zulhas bahkan menawarkan debat terbuka di hadapan wartawan. “Saya ingin kita berbicara di depan media karena saya tidak sedang di kantor. Saya lagi sidang kabinet. Kita bisa setting di aula Kementerian Kehutanan, ada puluhan media, untuk kita debat terbuka. Tapi dia tidak mau,” ujarnya.

Ketika Kantor Mendadak Jadi Lokasi Syuting

Namun rencana debat terbuka itu tidak terwujud. Saat Zulhas tiba di kantor, ia terkejut melihat ruangan kerjanya telah dipersiapkan untuk syuting. “Saya datang ke kantor rupanya sudah disetting. Ruang kantor saya, orang kita yah kalau ada bintang terkenal gak ada aturan lagi. Jadi kantor Menteri Kehutanan, 4x4, sudah dipasang 4 kamera, jadi saya duduk dia masuk sebagai wawancara,” jelasnya.

Ia kemudian menyadari bahwa proses ini bukanlah wawancara biasa. “Belakangan saya baru terasa, oh ini shooting film. Ini (Ford) heronya, ya tentu ada penjahatnya kan. Ya saya penjahatnya. Nasib sebagai pejabat,” tambahnya.

Bantahan Zulhas: Tidak Pernah Meremehkan Isu Penebangan Hutan

Isu lain yang sempat mencuat adalah kesan bahwa Zulhas menertawakan persoalan perambahan hutan di Tesso Nilo. Ia membantah keras anggapan tersebut. “Saya kesannya meremehkan, bukan meremehkan. Saya bilang, bukan meremehkan. Dia menganggap Indonesia waktu itu seperti Amerika. Kok kamu kan menteri kenapa kalah itu sama perambah di Tesso Nilo itu,” katanya.

Zulhas menjelaskan konteks politik Indonesia saat itu, termasuk ketakutan pejabat menghadapi kekuatan massa. “Bung ini bukan Amerika… kita baru reformasi. Pejabat takut sama rakyat, karena rakyat begitu kuasa. Bayangkan, saya mau nangkap di Tesso Nilo itu, jangankan nangkap, masuk saja gak bisa karena ada 50 ribu orang di sana yang menguasai taman nasional,” lanjutnya.

Wawancara yang Viral: Ketegangan Zulhas vs Harrison Ford

Cuplikan wawancara itu awalnya tayang dalam serial dokumenter Years of Living Dangerously, sekitar tahun 2014, dan diunggah ke YouTube oleh The Years Project. Dalam video tersebut, Ford terlihat menekan Zulhas dengan berbagai pertanyaan terkait kerusakan hutan yang ia temukan di Tesso Nilo.

Ketika Zulhas tertawa menanggapi, Ford menegurnya dengan nada tegas. “Ini tidak lucu. Tidak lucu. Hanya tersisa 18 persen. Kami melihat ada jalan-jalan baru, jalan ilegal, hutan ditebang, pohon-pohon tumbang, terbakar di mana-mana. Ini sangat menyedihkan. Apa yang sudah Anda lakukan?” kata Ford.

Zulhas menjawab: “Anda baru lihat terkaget-kaget. Kami tiap hari mencoba untuk menyelesaikan persoalan. Kami baru mengalami apa yang disebut demokrasi.”

Video tersebut kembali menarik perhatian berkat penyebaran ulang di media sosial, memicu berbagai reaksi dan perdebatan mengenai konteks wawancara serta posisi pemerintah saat itu.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan