
Atlet Renang Garut, Alfira Anandika, Tampil di Asean School Games Brunei Darussalam
Alfira Anandika, atlet cabang olahraga renang asal Garut, mewakili Indonesia dalam ajang Asean School Games (ASG) di Brunei Darusalam. Meskipun mengikuti kompetisi bergengsi ini, Alfira hanya mampu menempati peringkat keenam. Perolehan ini menjadi pengalaman berharga baginya.
Keikutsertaan Alfira di ASG merupakan hasil dari prestasi yang sebelumnya diraihnya, yaitu medali emas dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Namun, ia mengaku belum dapat tampil maksimal dan gagal meraih medali emas seperti yang diharapkan.
"Hasil kemarin di Brunei Darussalam kurang memuaskan, soalnya performa saya lagi turun, tapi saya tetap akan giat lagi berlatih," ujar Alfira saat berbicara di lapangan Setda Pemkab Garut, Selasa 9 Desember 2025 lalu.
Siswi kelas 11 SMA Negeri 6 Garut ini menjelaskan bahwa beberapa faktor membuatnya kesulitan beradaptasi selama bertanding. Salah satunya adalah kondisi arena pertandingan yang berbeda dengan tempat latihan biasanya.
"Mungkin kurang adaptasi karena di sana kolamnya outdoor, cuacanya juga panas banget, enggak kayak di Indonesia. Jadi benar-benar berbeda dari Garut ke Jakarta lalu ke Brunei, kurang cocok," jelasnya.
Selain itu, Alfira mengungkapkan bahwa persiapan menuju ASG kurang maksimal lantaran rentang waktu antara Popnas dan ASG yang cukup berdekatan.
"Latihan saya kurang intens, soalnya dari Popnas ke ASG itu jaraknya sedikit," ucapnya.
Alfira menyebutkan bahwa pada ASG kali ini, ia turun di nomor 200 meter gaya dada dengan hasil akhir hanya bisa finish di peringkat ke enam. "Di semifinal saya ke empat, tapi pas di final justru turun jadi ke enam," ujarnya.
Meski begitu, Alfira merasa bangga dengan pencapaianya. Karena, kata dia, pengalaman bertanding di kancah internasional menjadi modal berharga untuk karir olahraga kedepanya. Selain itu, bisa tampil mewakili Garut dan Indonesia tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri.
Pengalaman Berharga di Ajang Internasional
Pengalaman Alfira di ASG bukanlah hal yang sia-sia. Meskipun tidak berhasil meraih medali emas, ia mendapatkan wawasan baru tentang persaingan tingkat regional. Ia juga belajar tentang pentingnya adaptasi terhadap lingkungan dan kondisi yang berbeda.
Dalam kompetisi ini, Alfira berkompetisi dengan atlet-atlet dari berbagai negara ASEAN. Ia mengakui bahwa setiap negara memiliki metode pelatihan dan strategi yang berbeda. Hal ini memberinya wawasan tentang cara-cara berbeda dalam meningkatkan kemampuan diri.
Rencana Masa Depan
Setelah kembali dari Brunei Darusalam, Alfira berjanji akan lebih giat berlatih. Ia ingin memperbaiki performa dan siap menghadapi kompetisi berikutnya. Dengan pengalaman yang telah ia peroleh, ia berharap dapat meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.
Ia juga berharap bisa kembali mewakili Indonesia dalam ajang-ajang internasional lainnya. Dengan dukungan dari keluarga, pelatih, dan masyarakat Garut, Alfira percaya bahwa ia akan semakin kuat dan tangguh.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar