Ambisi Sulawesi Tengah ke PON 2032: Pertemuan di Palu, Mimpi Besar Bumi Tadulako

Ambisi Sulawesi Tengah ke PON 2032: Pertemuan di Palu, Mimpi Besar Bumi Tadulako

Ambisi Sulawesi Tengah Menjadi Tujuan PON 2032

Di sebuah ruang rapat sederhana di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, Kota Palu, Jumat (26/12/2025), terdapat semangat besar yang melampaui batas wilayah. Dipimpin langsung oleh Ketua KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, para pengurus olahraga provinsi itu berkumpul dengan satu tujuan: membuka jalan agar Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

Rapat koordinasi tersebut menandai pembentukan Tim Kerja Bidik PON, sebuah kelompok yang tidak sekadar mengurusi teknis internal organisasi. Tim ini dipersiapkan sebagai ujung tombak diplomasi olahraga daerah—ditugaskan menyusun peta jalan, menghitung kesiapan infrastruktur, hingga mempresentasikan visi Sulawesi Tengah secara langsung di hadapan Gubernur.

Bagi Fathur Razaq, langkah awal ini sangat krusial. Ia menilai bahwa pencalonan tuan rumah PON tidak mungkin berjalan tanpa dukungan politik dan kebijakan pemerintah daerah. “Arahan gubernur akan menjadi fondasi untuk menyatukan langkah lintas sektor,” ujarnya dalam rapat tersebut.

Namun, mimpi Sulawesi Tengah tidak berdiri sendiri. Dalam paparannya, Fathur mengungkapkan rencana membangun komunikasi dengan provinsi-provinsi tetangga. Opsi penyelenggaraan bersama (co-host) menjadi strategi yang dipertimbangkan serius—sebuah pendekatan yang semakin lazim di tengah besarnya tuntutan infrastruktur dan pembiayaan ajang olahraga nasional.

Kolaborasi antardaerah, menurut para peserta rapat, bukan hanya soal berbagi venue, tetapi juga tentang memperkuat daya tawar Sulawesi Tengah di tingkat nasional. Aksesibilitas, kesiapan sarana olahraga, hingga dukungan sumber daya manusia menjadi variabel penting yang dibahas secara terbuka.

Di balik wacana besar itu, rapat juga menyentuh hal-hal mendasar: pembinaan cabang olahraga unggulan, peningkatan prestasi atlet lokal, dan kondisi fasilitas olahraga yang harus dibenahi sejak sekarang. Konsensus mengemuka—jika PON 2032 ingin diraih, persiapan harus dimulai jauh sebelum hitung mundur resmi dimulai.

“PON bukan hanya soal menjadi tuan rumah,” kata Fathur Razaq. “Ini tentang kebangkitan prestasi olahraga dan dampak jangka panjang bagi Sulawesi Tengah.”

Di provinsi yang masih menyembuhkan diri dari bencana alam beberapa tahun lalu, gagasan membawa PON ke Bumi Tadulako memiliki makna simbolik. Ia mencerminkan keinginan untuk bangkit, dikenal, dan diperhitungkan. Pembentukan Tim Kerja Bidik PON mungkin baru langkah kecil, tetapi bagi Sulawesi Tengah, inilah awal dari perjalanan panjang menuju panggung olahraga terbesar di Indonesia.

Langkah-Langkah Strategis dalam Persiapan PON 2032

Untuk mencapai ambisi menjadi tuan rumah PON 2032, Sulawesi Tengah telah merancang beberapa langkah strategis:

  • Pembentukan Tim Kerja Bidik PON
    Tim ini bertugas menyusun peta jalan, menghitung kesiapan infrastruktur, dan mempresentasikan visi provinsi kepada pihak terkait. Tim ini juga akan menjadi ujung tombak diplomasi olahraga daerah.

  • Koordinasi dengan Provinsi Tetangga
    Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah penyelenggaraan bersama (co-host). Ini dilakukan karena tuntutan infrastruktur dan pembiayaan yang besar. Kolaborasi antardaerah tidak hanya berupa berbagi venue, tetapi juga memperkuat daya tawar Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

  • Peningkatan Kesiapan Infrastruktur
    Fasilitas olahraga yang ada harus diperbaiki sejak sekarang. Hal ini termasuk memastikan aksesibilitas dan kesiapan sarana olahraga yang memadai untuk mendukung pelaksanaan PON.

  • Pembinaan Cabang Olahraga Unggulan
    Fokus pada pembinaan cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan prestasi atlet lokal. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan kebangkitan olahraga di Sulawesi Tengah.

  • Dukungan Politik dan Kebijakan Pemerintah Daerah
    Arahan gubernur menjadi fondasi utama dalam menyatukan langkah lintas sektor. Tanpa dukungan politik, pencalonan tuan rumah PON akan sulit terwujud.

Makna Simbolis dari Ambisi PON 2032

Gagasan membawa PON ke Sulawesi Tengah memiliki makna simbolis yang dalam. Setelah beberapa tahun menghadapi bencana alam, provinsi ini ingin menunjukkan kemampuan dan kemajuan mereka. PON 2032 bukan hanya tentang menjadi tuan rumah, tetapi juga tentang kebangkitan prestasi olahraga dan dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan