Anak 1,5 Tahun Menghilang Saat Ibu Pergi Ambil Makanan


PASURUAN, nurulamin.pro
Seorang balita di Kota Pasuruan, Jawa Timur, tiba-tiba menghilang saat ditinggal ibunya mengambil makanan ke luar rumah. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi keluarga dan warga sekitar.

Petugas BPBD Kota Pasuruan bersama warga langsung melakukan pencarian terhadap korban di sekitar area rumah. Pihak keluarga menduga bahwa korban terperosok ke dalam gorong-gorong karena lokasi tersebut tidak jauh dari rumah korban.

Balita yang dikabarkan hilang tersebut bernama El Bara Zavian Mavenda (1,5 tahun), putra dari Warda Wildatul Warha, warga Jalan Monginsidi, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Korban dilaporkan hilang secara misterius saat berada di rumah neneknya, yaitu di Gang Manohara, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo.

Menurut keterangan warga, kejadian memilukan itu terjadi pada hari Sabtu (3/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Warda sedang berkunjung ke rumah orangtuanya, yang memiliki lokasi dekat dengan gorong-gorong yang memiliki aliran air yang deras.

Sebelum kejadian, Warda meninggalkan putranya sejenak untuk mengambil makanan. Ia memastikan semua pintu rumah dalam keadaan terkunci. Namun, beberapa saat kemudian, anaknya sudah tidak ada di tempat. Salah satu pintu rumah ditemukan dalam kondisi terbuka sedikit.

"Anak saya tinggal mengambil makanan dengan kondisi seluruh pintu rumah tertutup. Namun, beberapa saat anak sudah tidak ada di tempat dan salah satu pintu rumah ditemukan dalam kondisi terbuka sedikit," kata Warda, Sabtu (3/1/2026) di hadapan petugas BPBD.

Pihak keluarga menduga korban berhasil membuka pintu dan keluar rumah, lalu tidak sengaja terperosok ke dalam gorong-gorong yang berada tepat di depan rumah.

Pencarian Dilakukan
Sementara itu, pihak BPBD Kota Pasuruan yang menerima laporan bersama pihak kepolisian serta warga langsung mencari keberadaan balita mungil itu. Mereka juga mengecek langsung kondisi gorong-gorong yang diduga menjadi titik awal tempat hilangnya korban.

"Petugas kami di lapangan sudah melakukan penyisiran di sepanjang aliran dan area sekitar lokasi kejadian. Namun, korban belum ditemukan," ujar Anang Sururin, Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan.

Anang mengatakan, pencarian malam ini terpaksa dihentikan sementara karena kondisi di sekitar lokasi gerimis. Rencananya, pencarian akan dilanjutkan besok pagi dengan melibatkan dari Basarnas untuk melanjutkan pencarian ke sungai.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab hilangnya balita tersebut berdasarkan sejumlah keterangan keluarga dan saksi lainnya.

Kemungkinan Penyebab
Beberapa kemungkinan penyebab hilangnya balita ini masih dalam proses investigasi. Dugaan utama adalah korban terperosok ke dalam gorong-gorong akibat pintu yang terbuka. Selain itu, kemungkinan korban terjatuh ke dalam saluran air yang deras juga menjadi perhatian serius.

Langkah-Langkah yang Diambil
Selain pencarian di sekitar lokasi, pihak BPBD dan kepolisian juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan korban. Mereka juga meminta bantuan dari warga sekitar untuk membantu pencarian.

Proses Investigasi Berlangsung
Tim investigasi terus bekerja untuk memverifikasi informasi dan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan balita tersebut hilang.

Dengan adanya kerja sama antara pihak BPBD, kepolisian, dan warga, diharapkan korban dapat segera ditemukan dalam waktu dekat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan