Anak Pertama Berteriak Histeris Lihat Ibu Tewas di Kamar Tidur

Anak Pertama Berteriak Histeris Lihat Ibu Tewas di Kamar Tidur

Peristiwa Mengerikan di Jalan Dwikora, Seorang Ibu Tewas Dibunuh oleh Anak Kandungnya

Peristiwa mengerikan terjadi di Jalan Dwikora, Kecamatan Medan Sunggal, yang menimpa seorang perempuan bernama Faizah Soraya (42 tahun). Kejadian ini menghebohkan warga Tanjung Rejo setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka tusukan di berbagai bagian tubuhnya. Pada Rabu (10/12), kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, dan langsung menarik perhatian warga sekitar.

Lokasi Kejadian yang Dipasang Garis Polisi

Di lokasi kejadian, rumah berlantai dua milik korban dipasang garis polisi di pagar rumah. Warga dan pengendara sepeda motor berhenti di depan rumah korban untuk melihat kondisi secara langsung. Menurut informasi yang diperoleh dari warga setempat, korban ditemukan oleh anak pertamanya di dalam kamar tidur yang sudah tergeletak di atas kasur. Anak tersebut langsung berteriak meminta pertolongan, sehingga suami korban turun dari kamar lantai dua.

Proses Penanganan Awal

Setelah mengetahui keadaan istrinya, suami korban segera menelepon Rumah Sakit Columbi Asia. Namun, ketika petugas medis tiba, nyawa korban sudah tidak tertolong. Dokter yang datang langsung memeriksa kondisi korban dan menemukan luka tusukan di sekujur tubuh serta darah berceceran di lantai. Selanjutnya, suami korban menghubungi petugas Polsek Medan Sunggal dan Tim INAFIS Polrestabes Medan untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Pelaku Diduga Anak Kandung

Menurut informasi yang diperoleh dari warga sekitar, penyebab kematian korban masih belum diketahui secara pasti. Namun, diduga kuat bahwa pelaku pembunuhan adalah anak kedua korban yang berusia 12 tahun. Anak tersebut diduga membunuh ibunya sendiri. Saat ini, anak tersebut sedang dibawa ke Polsek Sunggal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Identifikasi Korban dan Luka Tusukan

Korban diidentifikasi sebagai Faizah Soraya (42 tahun). Di jenazahnya ditemukan luka tusukan di bagian punggung, tangan, dada, dan paha. Informasi sementara menyebutkan bahwa korban tewas akibat luka tusukan yang cukup banyak. Kepala Lingkungan 11, Kecamatan Medan Sunggal, Muhammad Husni, menjelaskan bahwa luka-luka tersebut terlihat pada foto jenazah korban.

Tanggapan dari Kepala Lingkungan

Kepala Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, juga membenarkan adanya kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandung korban. Ia mengatakan bahwa saat itu ia menerima informasi dari warga sekitar tentang ributan di dalam rumah. Setelah tiba di lokasi, Tono menemukan ambulans dari RS Columbia sudah berada di tempat kejadian. Ia kemudian memeriksa korban dan menemukan bahwa korban sudah tidak bernyawa.

Pengakuan Suami Korban

Suami korban, Alham, memanggil pihak ambulans untuk memberikan pertolongan pertama. Namun, setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal. Alham kemudian meminta bantuan dari pihak kepolisian untuk menangani kejadian tersebut. Setelah polisi tiba di TKP, Tono keluar dari rumah duka sambil menunggu keluarga yang datang. Kemudian, polisi langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Status Keluarga Korban

Menurut Tono, di dalam rumah tersebut tinggal empat orang, yaitu ayah, ibu, serta dua anaknya. Tidak ada masalah apapun yang terjadi sebelum kejadian ini. Ia juga menyebutkan bahwa hubungan antara korban dan anak-anaknya sangat akrab. Anak-anak korban terdiri dari dua perempuan, salah satunya sedang duduk di bangku SMP.

Penanganan oleh Polisi

Polrestabes Medan telah membenarkan adanya kejadian tragis tersebut. Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan. Hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan,” ujarnya.

Bayu menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap A dilakukan dengan hati-hati mengingat usianya yang masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya. “Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” katanya.

Motif Masih Dalam Penyelidikan

Saat ini, motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. “Untuk tusukan terhadap korban kita masih mendalami. Masih di dalami,” tambahnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan