Penggalangan Dana untuk Korban Banjir di Sumatera
Ferry Irwandi berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp10 miliar lebih dalam waktu satu hari untuk para korban banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Aksi ini dilakukan melalui platform Kitabisa.com, yang mencatat penggalangan dana tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarahnya untuk bencana nasional.
Sebelumnya, Ferry Irwandi sempat disindir oleh TikToker Silvia Tjan karena mempertanyakan alasan mengapa banjir di Sumatera belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut terkesan tidak penting atau hanya sekadar berbicara terus-menerus, yang dalam bahasa gaul sering disebut "yapping".
Silvia Tjan menjelaskan bahwa pemerintah daerah setempat dinilai masih mampu menangani bencana tersebut. Menurutnya, tindakan seperti teriak-teriak untuk menunjukkan empati justru bisa membuat situasi menjadi lebih kacau.
Namun, Yudo Achilles Sadewa, anak kedua Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, membela Ferry Irwandi dengan menunjukkan bukti bahwa ia telah menggalang dana sebesar Rp10 miliar lebih hanya dalam waktu 24 jam. Ia menulis, “Kemarin di aplikasi sarang monyet ada yang bilang cuma yapping, tapi udah donasi 10 M lebih.”
Penyaluran Bantuan ke Daerah Terdampak
Ferry Irwandi menyatakan bahwa penggalangan dana telah selesai dan akan segera menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di Sumatera. Ia menekankan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk daerah-daerah yang terpencil dan terisolasi.
“Penggalangan dana Bantuan untuk saudara-saudara kita di Pulau Sumatra untuk saat ini sudah kita selesaikan. Selama 24 jam kita berhasil mengumpulkan 10,3 miliar rupiah donasi untuk korban bencana di pulau Sumatra. Selanjutnya kita akan langsung melakukan penyaluran bantuan untuk seluruh daerah terdampak terutama untuk daerah-daerah yang terpencil dan terisolasikan,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada 87 ribu orang yang memberikan donasi serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan crowdfunding ini.
Donatur Terbesar dan Kontribusi Mereka
Ferry Irwandi juga membongkar identitas donatur terbesar yang turut berkontribusi dalam penggalangan dana ini. Beberapa dari mereka memiliki latar belakang yang beragam, termasuk pengusaha, artis, hingga individu yang menggunakan nama samaran.
- Trader dan pengusaha Sulianto Indria Putra: Rp50 juta
- Pengusaha Belvin Tannadi: Rp50 juta
- Bhakti Ibu Supani: Rp100 juta
- Anonim bernama Orang Baik: Rp50 juta
- Trader dan pengusaha Narko Santoso: Rp50 juta
- Youtuber Deankt: Rp270 juta
- Pengusaha Imanuel Wirajaya: Rp50 juta
- Gamer dan pengusaha Luke Febrian Valentinus: Rp77 juta
- Artis Deddy Corbuzier: Rp300 juta
- Pengusaha parfum Rizky Arief Dwi Prakoso: Rp493 juta
- Xander Walter: Rp270 juta

Status Bencana Nasional
Meski penggalangan dana besar-besaran dilakukan, pemerintah saat ini masih belum menetapkan banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera sebagai bencana nasional. Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, meskipun belum status bencana nasional, perlakuan pemerintah terhadap bencana tersebut layaknya bencana nasional.
Menurut Tito, pemerintah pusat sudah turun tangan sejak hari pertama bencana melanda. Ia menjelaskan bahwa semua prosedur nasional telah dijalankan, termasuk pengiriman bantuan dan koordinasi dengan berbagai instansi.
“Jadi semua sudah all out bahkan bawa mesin sendiri ke sana. Banyak sekali sudah menteri, TNI, Menhan, banyak sekali sudah ke Sumatra Barat, ke Sumatra Utara, ke Aceh, dengan mengerahkan semua kekuatan nasional,” kata Tito.
Tanggapan Prabowo
Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hasil monitoring tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah apakah akan menetapkan status bencana tersebut sebagai bencana nasional atau tidak.
“Ya kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” kata Prabowo usai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap mengirimkan bantuan yang dibutuhkan bagi korban terdampak bencana. “Oh iya iya, sudah kita kirim terus menerus,” katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar