Analisis Penyebab Banjir di Sumatera
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan penjelasan terkait penyebab banjir yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera. Ia menyatakan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama dari kejadian tersebut. Penjelasan ini disampaikan oleh Hanif setelah menghadiri Pemaparan hasil COP30 UNFCCC Brasil di Hotel Kempinski Indonesia, Jakarta, pada Selasa (2/12).
Banjir Bandang di Daerah Aliran Sungai Batang Toru
Hanif menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang paling terdampak adalah daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru di Sumatera Utara. Wilayah ini mencakup Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara.
"Luas DAS Batang Toru mencapai 340.000 hektare. Jika dikalikan dengan angka 0,3, maka jumlah wilayah yang berpotensi terkena dampak banjir bisa mencapai sekitar 30% dari total luasan," jelas Hanif.
Angka 0,3 atau 30% digunakan dalam analisis data untuk memperkirakan kemungkinan banjir di suatu area berdasarkan karakteristik seperti topografi dan sistem drainase. Curah hujan yang ekstrem juga menjadi salah satu faktor utama yang memicu banjir di wilayah ini.
Bentuk Geografis Wilayah Tapanuli
Selain cuaca ekstrem, bentuk geografis wilayah Tapanuli juga memperparah dampak banjir. Hanif menjelaskan bahwa wilayah Tapanuli memiliki bentuk V yang membuat air lebih cepat mengalir dan menimbulkan kerusakan besar.
"Nah, karena lanskapnya berbentuk V, maka saat lereng kanan dan kiri terganggu, terjadi bencana yang cukup besar," tambahnya.

Dampak di Sibolga
Daerah lain di Sumatera Utara yang terdampak parah adalah Sibolga. Hanif menyebut bahwa struktur tanah di Sibolga sangat labil, sehingga mudah longsor ketika diguyur hujan intensitas tinggi.
"Curah hujan di Sibolga mencapai hampir 400 milimeter. Karena kondisi tanah yang labil, longsoran tanah mengubur sejumlah orang," ujarnya.

Penyebab Banjir di Aceh
Hanif juga membahas penyebab banjir di Aceh. Ia menyatakan bahwa hujan yang sangat ekstrem menjadi penyebab utama. Wilayah Aceh memiliki luas 3,3 juta hektare, dengan curah hujan yang bahkan mencapai 400 milimeter di beberapa lokasi.
"Jika dikalikan dengan luas catchment-nya, maka jumlah air yang turun dalam dua hari mencapai 9,7 miliar kubik. Bayangkan betapa besar dampaknya," jelas Hanif.

Banjir di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, banjir bandang juga dipicu oleh cuaca ekstrem. Selain itu, perubahan lanskap geografis juga menjadi faktor penting. Hanif menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki lanskap yang pendek dan curam, sehingga risiko korban meninggal semakin besar.
"Nah, ini langkah-langkah ini sedang kita dalami. Karena ternyata memang ada perubahan dramatis dari tata ruang kita," tutupnya.

Data Korban Bencana Banjir
Hingga Selasa (2/12) pukul 16.00 WIB, jumlah korban banjir di Sumatera terus bertambah. Berikut data lengkapnya:
- Korban Meninggal: 753 jiwa
- Korban Hilang: 526 jiwa
- Korban Luka: 2.600 jiwa
- Korban Terdampak: 3,3 juta jiwa
- Warga Mengungsi: 1,2 juta jiwa

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar