andquotSimbol Penyambutanandquot,Bupati Syamsul Ingin Gapura Cilacap Punya Karakter Kuat

andquotSimbol Penyambutanandquot,Bupati Syamsul Ingin Gapura Cilacap Punya Karakter Kuat

nurulamin.pro, CILACAP - Bagi Anda yang sering keluar-masuk Cilacap lewat jalur timur, pasti sudah khatam dengan pemandangan di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan.

Sebuah gapura besar bertuliskan "Selamat Datang di Kota Cilacap" berdiri di sana, menjadi penanda bahwa kita telah menginjakkan kaki di Bumi Wijayakusuma.

Namun, di tahun 2026 ini, pemandangan lawas tersebut bakal segera berganti wajah.

Pemerintah Kabupaten Cilacap punya hajat besar untuk memoles "pintu depan" rumah mereka agar tampil lebih ciamik dan berkarakter.

Bukan sekadar ganti cat, rencana revitalisasi ini digadang-gadang bakal mengubah total image pintu masuk kota menjadi lebih ikonik.

Kesan Pertama

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, menyadari betul bahwa gapura bukan cuma tumpukan beton. Itu adalah "senyum" pertama yang dilihat tamu saat berkunjung. Jika gapuranya gagah dan cantik, kesan yang dibawa pulang pun akan positif.

“Gapura ini adalah simbol penyambutan, sehingga harus merepresentasikan karakter dan kebanggaan masyarakat Cilacap,” ujar Bupati Cilacap.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Pemkab Cilacap menggandeng pihak swasta. Revitalisasi ini tidak akan membebani APBD, melainkan didukung penuh oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap.

Sinergi ini dinilai pas, mengingat lokasi gapura yang memang berdampingan dengan area industri vital nasional tersebut.

Sayembara Desain

Menariknya, Pemkab tidak mau asal tunjuk konsultan untuk menentukan bentuk gapura. Mereka ingin warga dan insan kreatif ikut urun rembuk ide. Rencananya, sebuah sayembara desain gapura akan digelar mulai Januari 2026 ini.

Bupati Syamsul ingin desainnya nanti tidak melulu soal beton, tapi ada nafas budayanya.

“Ke depan, gapura ini diharapkan menjadi ikon baru yang mencerminkan kemajuan daerah tanpa meninggalkan jati diri lokal,” katanya.

Sayembara ini terbuka untuk umum. Tantangannya adalah meramu identitas Cilacap yang kental budaya dengan keberadaan PLTU yang modern menjadi satu harmoni desain yang enak dipandang.

“Desain akan kami lombakan agar hasilnya benar-benar representatif, inovatif, dan bisa menjadi kebanggaan bersama,” jelas Syamsul.

Langkah ini diambil agar warga Cilacap merasa memiliki (handarbeni) bangunan tersebut. Jadi, gapura itu bukan cuma milik pemerintah, tapi kebanggaan seluruh warga. Wajah baru Karangkandri ini diharapkan menjadi simbol Cilacap yang terus berbenah menjadi kota yang lebih maju. (ray)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan