Andre Rosiade: Jangan Lagi Bingung Cari Pemain Asing!

Kritik Terhadap PSSI dan Fokus pada Talent Lokal

Anggota DPR RI sekaligus Penasihat Tim Semen Padang, Andre Rosiade, memberikan kritik terhadap PSSI dalam pembukaan turnamen Andre Rosiade Cup ke-3 di ASIOP Training Ground Sentul, Sabtu (6/12/2025). Ia menyoroti fokus PSSI yang terlalu berlebihan dalam mencari pemain naturalisasi. Meski tidak menolak secara total, Andre menilai PSSI seharusnya lebih memprioritaskan talenta lokal.

Andre mengungkapkan bahwa ia tidak anti terhadap naturalisasi, namun menurutnya PSSI perlu lebih fokus pada pengembangan pemain muda Indonesia. Menurutnya, kompetisi usia muda adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pemain nasional. Hal ini juga menjadi harapan politikus Partai Gerindra tersebut.

"Saya selalu konsisten dengan omongan saya, bahwa saya tidak menolak naturalisasi. Tapi seharusnya yang dikedepankan oleh PSSI adalah anak bangsa," ujarnya.

Andre juga menyampaikan harapan agar Exco PSSI yang fokus pada pengembangan usia muda, yaitu Arya Sinulingga, dapat membantu membenahi masalah yang selama ini luput dari perhatian PSSI. Ia menegaskan bahwa permasalahan ini harus segera dibenahi agar bisa mencapai target 2034.

"Harapan saya, permasalahan yang selama ini miss (red-luput) oleh PSSI bisa dibenahi oleh bang Arya," kata Andre.

Menurutnya, target 2034 bukanlah tentang mencari pemain asing, melainkan fokus pada pemain yang lahir dan berkembang di Indonesia. Ia menekankan bahwa PSSI harus memperbaiki sistem kompetisi usia muda.

"Sehingga kita bisa mengejar, mimpi saya 2034 itu pemain timnas kita, mohon maaf ya, bukan lagi bang Arya sibuk cari bule-bule di luar Indonesia. Tapi (sibuk cari) anak-anak yang lahir di Indonesia, dan berkompetisi di Indonesia," imbuhnya.

Kualitas Pemain Muda Indonesia

Andre menegaskan bahwa kualitas pemain muda Indonesia tidak boleh diremehkan. Ia menilai kompetisi seperti Liga 1 dan Liga 2 memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik. Menurutnya, PSSI perlu membenahi masalah ini agar bisa mencapai target jangka panjang.

"Karena apa? Karena kualitas anak-anak ini bagus, karena kompetisi kita, usia mudanya ada Liga 1 dan Liga 2 ada kita juga bagus," ujarnya.

Andre menilai bahwa kritik yang disampaikannya adalah kritik konstruktif dan diharapkan oleh mayoritas rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa PSSI harus memiliki sikap yang jelas terkait naturalisasi pemain.

"Jadi bukan karena anti naturalisasi, nanti 2034 misalnya, dari 11 pemain yang main (di timnas), delapan pemain kita (lokal) dan tiga pemain naturalisasi, enggak masalah. Tapi jangan sembilan (pemain) naturalisasi, dua pemain kita (lokal), nah itu yang ke depan harus kita benahi," tambahnya.

Perubahan Menuju Tahun 2034

Menurut Andre, meskipun saat ini Timnas Indonesia masih bergantung pada pemain keturunan Eropa, kualitas keseluruhan tim masih kalah. Ia menilai hal ini adalah hasil dari cara instan yang dilakukan PSSI.

"Tapi ke depan, harapan saya 2034 kita masih punya waktu ya bang (Arya) masih ada sembilan tahun lagi, insyaAllah saya yakin PSSI mampu dan bisa," pungkasnya.

Andre percaya bahwa PSSI memiliki kemampuan untuk membenahi sistem pemain muda hingga mencapai target 2034. Ia menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya penting bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga untuk membangkitkan semangat masyarakat.

Dengan kritik yang tajam namun tetap konstruktif, Andre Rosiade berharap PSSI dapat segera melakukan perubahan nyata dalam pengembangan pemain lokal. Ia menilai bahwa dengan kompetisi yang lebih baik dan fokus pada pemain muda, Indonesia akan memiliki masa depan yang lebih cerah dalam dunia sepak bola.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan