Anggaran Turun Drastis, Disparta Batu Kurangi Lebih dari Setengah Acara Wisata 2026

Anggaran Turun Drastis, Disparta Batu Kurangi Lebih dari Setengah Acara Wisata 2026

Strategi Baru Pengelolaan Pariwisata Kota Batu Tahun 2026

Kota Batu akan memasuki tahun 2026 dengan strategi baru dalam pengelolaan pariwisata. Setelah terjadi penurunan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu resmi mengurangi jumlah agenda wisata secara drastis. Dari total 66 event yang digelar pada 2025, hanya 30 agenda yang dipertahankan untuk tahun 2026.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak dapat dihindari akibat kondisi anggaran yang semakin ketat. "Pemerintah Kota Batu harus mengurangi kegiatan yang ada dalam Kalender Wisata tahun ini," ujarnya pada Senin (8/12/2025). Ia menambahkan, jumlah 30 event yang telah tercantum dalam kalender wisata 2026 telah dikunci dan tidak lagi akan berubah.

Tren pengurangan event sebenarnya telah berjalan selama dua tahun terakhir, yaitu: - 2024: 71 event
- 2025: 66 event
- 2026: hanya 30 event

Pemangkasan tahun 2026 menjadi yang terbesar dan mencerminkan penyesuaian lebih mendasar dalam cara pemerintah mengelola pariwisata. Seleksi 30 event ini dilakukan berdasarkan dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan perekonomian lokal. Event yang dianggap sebagai traffic generator, penggerak utama wisatawan, tetap diprioritaskan.

"Event seperti Batu Festival dan Festival Nasi Empok dipastikan tetap ada," jelasnya. Acara-acara kecil yang memiliki jangkauan terbatas atau dampak minim tak lagi masuk kalender tahun depan. Berdasarkan kebijakan ini menandai pergeseran strategi, bukan lagi mengejar banyaknya kegiatan, tetapi memilih event yang benar-benar menghidupkan ekonomi kreatif dan memperkuat brand Kota Batu sebagai destinasi wisata budaya dan sport tourism.

Meski berkurang separuhnya, kalender event 2026 tetap disusun guna menjaga ritme kunjungan sepanjang tahun. Berikut ringkasan agenda utama berdasarkan periodenya:

Awal Tahun (Februari–April)

  • Festival Padang Bulan
  • BAIC Film Fest (Batu International Children’s Film Festival)

Pertengahan Tahun (Mei–September)

  • Panderman Gravity Park Downhill
  • Batu Culture Festival (Juli)
  • Batu International Sport Tourism Festival (Paragliding Accuracy League)
  • Event Kicau Burung
  • Marching Band on The Stage 9

Akhir Tahun (Oktober–Desember)

  • Batu Art Flower Festival
  • Pagelaran Wayang Kulit
  • Festival Sego Empok
  • Batu Street Food Festival
  • Sunday Morning Festival 6 Jatim Park
  • Pagelaran Seni Budaya Gunung Sari

Selain itu terdapat sejumlah event tematik seperti Lomba Kaligrafi (Maret), AF71 Fighter Kids Race (Mei), Funfest Pelajar Hebat (November), hingga Macapat Idol dan Serabi Suro.

Pemangkasan kalender wisata ini dilakukan di tengah ambisi Kota Batu memperluas citra pariwisatanya. Pada November 2025 lalu, Kota Batu menjadi tuan rumah pembukaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), sebuah agenda nasional yang membutuhkan alokasi anggaran besar dan melibatkan ratusan kota/kabupaten seluruh Indonesia. Event besar seperti ICCF mempertegas arah baru Kota Batu, dari kota wisata berbasis alam menuju kota wisata kreatif.

"Jumlah event yang dipangkas hampir separuh, Pemkot Batu kini dihadapkan pada tantangan penting, membuktikan bahwa lebih sedikit kegiatan tidak berarti turunnya geliat pariwisata," pungkasnya. Jika event-event yang dipertahankan mampu menarik kunjungan lebih besar dan menstimulasi keterlibatan pelaku ekonomi kreatif, maka strategi efisiensi ini bisa menjadi titik balik dalam pengelolaan pariwisata Kota Batu akan lebih terarah, lebih strategis, dan lebih berkelanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan