
Kunjungan Anggota DPR RI ke Kampung Wisata Lasiana
Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Wisata Lasiana di Kupang. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendorong penguatan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Nila Yani menilai bahwa desa wisata merupakan ekosistem ekonomi rakyat yang membutuhkan dukungan pemerintah dari tingkat pusat hingga desa.
Kampung Wisata Lasiana dianggap memiliki potensi besar menjadi model pengembangan desa wisata lain di NTT. Dalam kunjungan tersebut, Nila Yani menegaskan pentingnya standarisasi desa wisata agar kualitas layanan dan daya saing destinasi di NTT dapat meningkat secara merata.
Saat ini terdapat 534 desa wisata di NTT (Dinas Parekraf NTT, 2024) dari total 3.137 desa. Menurut Nila Yani, beberapa desa wisata berpotensi menjadi model pengembangan bagi desa lain, termasuk Kampung Wisata Lasiana yang dinilai mampu menjadi rujukan atau benchmarking bagi penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Desa wisata bukan hanya ruang rekreasi, tetapi ekosistem ekonomi rakyat yang harus dikelola dengan standar yang jelas, terukur, dan sesuai karakter lokal. Tanpa standarisasi, desa wisata sulit bersaing di tingkat nasional maupun global, ujarnya.
Nila Yani menekankan perlunya kehadiran aktif pemerintah pusat, daerah, hingga desa dalam pengembangan desa wisata. Upaya strategis yang perlu dilakukan meliputi inisiatif menghadirkan event berskala nasional di Kupang, pelatihan SDM lokal, penetapan SOP pelayanan dengan standar hospitality internasional, serta penerapan standar kebersihan dan sistem pengelolaan sampah terpadu di setiap lokasi wisata.
Jika standar layanan, kebersihan, dan kapasitas SDM terpenuhi, desa wisata dapat memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga dan UMKM, sekaligus memperkuat kebanggaan daerah, ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengharapkan momentum kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong desa wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di NTT.
Langkah Strategis untuk Pengembangan Desa Wisata
Berikut beberapa langkah strategis yang disarankan oleh Nila Yani dalam pengembangan desa wisata:
-
Pengembangan Event Nasional
Membuat event berskala nasional di Kupang dapat menarik minat wisatawan dan meningkatkan visibilitas destinasi wisata. Hal ini juga bisa menjadi ajang promosi budaya dan produk lokal. -
Pelatihan SDM Lokal
Pelatihan keterampilan SDM lokal sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kemampuan manajemen destinasi wisata. Pelatihan ini mencakup pelayanan, pengelolaan, dan pemahaman akan standar internasional. -
Standarisasi Pelayanan
Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan dengan standar hospitality internasional diperlukan untuk memastikan konsistensi dan mutu layanan yang diberikan kepada wisatawan. -
Kebersihan dan Pengelolaan Sampah
Penerapan standar kebersihan dan sistem pengelolaan sampah terpadu di setiap lokasi wisata akan menjaga lingkungan dan meningkatkan kenyamanan pengunjung. -
Kolaborasi Lintas Sektor
Membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha akan memperkuat upaya pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Potensi Kampung Wisata Lasiana
Kampung Wisata Lasiana memiliki potensi besar sebagai model pengembangan desa wisata di NTT. Keberadaannya dapat menjadi contoh bagaimana desa wisata dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter lokal dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, Lasiana juga memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata yang menarik dan berdaya saing tinggi.
Gambar ilustrasi Kampung Wisata Lasiana yang menampilkan suasana alam dan budaya lokal.
Dengan dukungan yang tepat dan langkah-langkah strategis yang diambil, Kampung Wisata Lasiana dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Gambar ilustrasi aktivitas masyarakat di Kampung Wisata Lasiana yang menunjukkan partisipasi aktif dalam pengelolaan wisata.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar