Peristiwa Kebakaran Gedung Terra Drone: Tuntutan Investigasi dan Keselamatan Kerja

Jakarta Anggota Komisi IX DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyerukan kepada aparat kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia menekankan pentingnya mengungkap penyebab kebakaran tersebut serta memastikan tidak ada pelanggaran standar keselamatan yang dilakukan oleh perusahaan maupun pengelola gedung.
Neng Eem menyoroti bahwa tragedi ini tidak boleh terulang kembali. Menurutnya, negara harus bertanggung jawab dalam memastikan setiap pekerja, khususnya perempuan, bekerja di lingkungan yang aman dan layak. Hal ini menjadi salah satu bentuk perlindungan terhadap hak-hak dasar para pekerja.
Salah satu temuan yang mencurigakan adalah adanya hanya satu pintu evakuasi di lantai satu gedung. Menurut Neng Eem, hal ini menyebabkan banyak pekerja terjebak karena hanya memiliki satu akses keluar. Ia menilai, kondisi seperti ini sangat berbahaya dan bisa berdampak fatal jika terjadi keadaan darurat.
Selain itu, Neng Eem juga menyoroti pentingnya menjaga instalasi listrik yang aman untuk mencegah kemungkinan korsleting. Ia menyarankan agar perusahaan lebih waspada terhadap risiko-risiko yang bisa muncul dari sistem listrik. Selain itu, jalur evakuasi harus diperhatikan secara serius agar dapat digunakan dengan efektif saat dibutuhkan.
"Setiap tempat kerja memiliki risiko kecelakaan masing-masing. Pekerja harus diberikan pengetahuan tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), sementara pengusaha wajib menyediakan sarana keselamatan sesuai standar. Tragedi ini terjadi karena kelalaian yang seharusnya bisa dicegah," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kasus kebakaran di Kantor Terra Drone harus menjadi pembelajaran bagi seluruh perusahaan. Menurut Neng Eem, keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, tetapi harus menjadi prioritas utama. Perusahaan wajib menyediakan kantor yang aman, sarana evakuasi yang memadai, serta memastikan semua pekerja memahami risiko yang ada.
"Kasus Terra Drone ini menunjukkan adanya kelalaian besar dan lemahnya perlindungan terhadap pekerja. Kita harus belajar dari kejadian ini agar tidak terulang kembali," tambahnya.
Diketahui, kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, telah menewaskan 22 korban. Proses identifikasi jenazah dilakukan secara bertahap.
"Untuk tahap pertama kemarin malam, ada 3 jenazah. Tahap kedua tadi pagi, ada 7 jenazah, dan untuk sore ini ada 12 jenazah. Totalnya menjadi 22 jenazah," kata Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Pol Prima Heru.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar