Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Purwakarta

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Purwakarta

Peristiwa Angin Kencang di Kecamatan Campaka, Purwakarta

Pada hari Rabu (31/12/2025) sore, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dilanda hujan deras yang disertai angin kencang. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga. Totalnya, sebanyak 29 bangunan terdampak di dua desa, yaitu 22 bangunan di Desa Cisaat dan tujuh rumah di Desa Cimahi. Selain rumah warga, kandang ternak sapi dan penggilingan padi juga mengalami kerusakan.

Angin kencang yang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 16.00 WIB sempat menimbulkan suara gemuruh dan membuat warga panik. Ketua RT 12/RW 04 Kampung/Desa Cisaat, Nersi, menyatakan bahwa angin tersebut diduga merupakan angin puting beliung. Ia menjelaskan bahwa awalnya terdengar angin gemuruh, lalu warga mulai berteriak bahwa ada rumah yang terkena angin puting beliung. Saat dilihat, banyak rumah yang roboh dengan kerusakan ringan maupun berat.

Dari 22 bangunan yang terdampak di Desa Cisaat, sebagian besar mengalami kerusakan berat. Kerusakan utama terjadi pada atap rumah yang beterbangan hingga ambruk ke tanah. Sementara itu, kerusakan ringan umumnya berupa genteng yang terlepas dan rusak. Nersi menambahkan bahwa kerusakan berat terjadi ketika atap rumah ambruk, bahkan ada yang langsung jatuh ke tanah. Sedangkan untuk kerusakan ringan, genteng-genteng terlepas akibat tiupan angin.

Selain rumah warga, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang serta merusak kandang ternak dan gilingan padi milik warga. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Nersi mengungkapkan, “Alhamdulillah tidak ada korban, baik jiwa maupun luka.”

Pada saat kejadian, sebagian besar warga sedang berada di rumah karena aktivitas di sawah telah usai menjelang hujan. Bahkan, ada warga yang sempat terjebak di dalam rumah karena kuatnya dorongan angin. “Ada warga yang mau keluar tapi enggak bisa karena angin ngedorong ke dalam, jadi sempat kejebak di rumah,” ujarnya.

Usai kejadian, warga langsung melakukan gotong royong memperbaiki rumah masing-masing, terutama bagian atap, karena hujan gerimis masih turun dan air mulai masuk ke dalam rumah. Sebelumnya, sebagian warga sempat mengungsi sementara, namun kini telah kembali ke rumahnya. “Sebagian ngungsi, sebagian langsung dibetulin atapnya. Sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing,” tambah Nersi.

Salah seorang warga, Royosukandi (53), mengaku sempat merasakan ketakutan saat hujan deras dan angin kencang datang secara mendadak. “Anginnya besar sekali, semua orang takut. Yang di luar langsung cari tempat teduh,” ujarnya.

Hingga Kamis (1/1/2026) pagi, berdasarkan pantauan, warga masih melakukan perbaikan mandiri sambil menunggu bantuan lebih lanjut. Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan pendataan lanjutan dan penanganan bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan