Angka melek huruf Jakarta tinggi, minat baca warga jadi tantangan gubernur

Angka melek huruf Jakarta tinggi, minat baca warga jadi tantangan gubernur

Jakarta, Kota dengan Tingkat Literasi Tinggi Tapi Minat Membaca Masih Perlu Ditingkatkan

Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan tingkat literasi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat melek huruf warga Jakarta yang berusia di atas 15 tahun pada tahun 2025 mencapai 99,71 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh penduduk Jakarta mampu membaca dan menulis dengan baik.

Namun, meski memiliki tingkat melek huruf yang sangat tinggi, minat baca masyarakat Jakarta masih jauh dari ideal. Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 72,19 persen warga Jakarta yang gemar membaca. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan beberapa provinsi lain seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memiliki tingkat kegemaran membaca hingga 79,99 persen.

Tingkat Literasi Tidak Menjamin Minat Baca yang Tinggi

Meskipun tingkat literasi di Jakarta sangat tinggi, hal tersebut tidak secara otomatis menjadikan masyarakatnya lebih aktif dalam membaca. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat. Hikmat Kurnia, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), mengatakan bahwa meski tingkat literasi sudah tinggi, perlu ada upaya-upaya tambahan untuk menggairahkan kembali minat baca.

“Memang tingkat literasi di Jakarta tinggi, tapi harus ada upaya-upaya untuk menggairahkan lagi,” ujarnya saat hadir dalam acara Jakarta Literaria 2025 di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Literasi Lebih dari Sekadar Membaca

Hikmat menekankan bahwa literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca. Literasi juga melibatkan pemahaman terhadap fenomena sosial yang berkembang di tengah perubahan zaman. Misalnya, ia menyebutkan bahwa fenomena media sosial yang semakin populer membutuhkan literasi agar masyarakat tidak hanya menjadi pengikut, tetapi bisa menjadi aktor dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Literasi bertujuan untuk memperbaiki kualitas diri. Karena untuk menghasilkan kualitas masyarakat yang baik, bangsa yang baik itu harus dimulai dari individu yang literer,” ujarnya.

Jakarta Literaria: Upaya Pemerintah DKI Jakarta untuk Memperkuat Literasi

Untuk merawat ekosistem literasi di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Jakarta Literaria 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Program & Creative Director Jakarta Literaria 2025, Arie Wahyudi Prasetya, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat dunia penerbit dan literasi sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif.

“Jakarta Literaria adalah upaya konkret Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat ekosistem dunia penerbit dan literasi sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif,” katanya.

Ruang Inklusif untuk Pelaku Literasi dan Kreatif

Acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan inklusif bagi berbagai elemen, termasuk penulis, penerbit, illustrator, komunitas, pelajar, dan pelaku kreatif. Tujuannya adalah untuk saling berkolaborasi, berinovasi, dan melahirkan karya-karya baru.

“Aku ingin Jakarta Literaria menjadi ruang pertemuan yang inklusif—tempat penulis, penerbit, illustrator, komunitas, pelajar, dan para pelaku kreatif bisa saling berkolaborasi, berinovasi, dan melahirkan karya-karya baru,” ujar Arie.

Bazaar Buku Tapi Bukan Tujuan Utama

Meski Jakarta Literaria menyediakan bazaar buku, acara ini tidak menjadikan penjualan sebagai tujuan utama. Fokus utamanya adalah meningkatkan praktik literasi masyarakat. Arie menegaskan bahwa program-program yang diselenggarakan akan langsung berdampak pada peningkatan literasi di Jakarta.

“Acara ini tidak berfokus pada target penjualan buku, melainkan pada pengaplikasian program-program yang secara langsung dapat meningkatkan praktik literasi, khususnya di Kota Jakarta,” katanya.

Melalui berbagai format acara, literasi diharapkan bisa hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas akses, menumbuhkan minat, serta membangun ekosistem literasi yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan di Jakarta.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan