Angkutan Mahasiswa Unhas Berhenti Beroperasi, Angkut 660.664 Penumpang Hanya Dalam 11 Bulan

Angkutan Mahasiswa Unhas Berhenti Beroperasi, Angkut 660.664 Penumpang Hanya Dalam 11 Bulan

Penghentian Operasional Bus Koridor 5 Mamminasata

Teman Bus Mamminasata koridor 5 yang menghubungkan Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Gowa dan Unhas Tamalanrea resmi berhenti beroperasi pada 31 Desember 2025. Keputusan ini diambil seiring berakhirnya subsidi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai 1 Januari 2026.

Selama operasionalnya, bus ini menjadi salah satu jalur dengan tingkat keterisian penumpang tertinggi. Dalam periode Januari–November 2025, Teman Bus Mamminasata tercatat mengangkut total 660.664 penumpang. Load factor atau tingkat keterisian penumpang bahkan mencapai 121 persen pada Oktober 2025, menunjukkan permintaan yang sangat tinggi terhadap layanan ini.

Penjelasan tentang Penghentian Operasional

Sebanyak 20 unit Teman Bus Mamminasata dijadwalkan segera dikembalikan ke Pulau Jawa setelah penghentian operasional. Namun, rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) untuk mengambil alih subsidi hingga kini belum menunjukkan kepastian.

Wakil Rektor IV Unhas, Prof Adi Maulana, menyatakan bahwa subsidi layanan transportasi massal ini layak dilanjutkan. Menurutnya, Unhas memiliki kepentingan besar terhadap keberlangsungan transportasi massal tersebut. Ia juga menyebut bahwa universitas siap duduk bersama Pemprov Sulsel jika diajak membahas skema pengaktifan kembali layanan bus, termasuk pembahasan tarif penumpang koridor 5.

“Ketika kami diminta mengkaji bagaimana pembayaran tiket, kami siap memberikan kajian. Besaran pembayaran tentu disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa dan masyarakat,” ujar Prof Adi Maulana.

Data Penumpang yang Menggambarkan Permintaan Tinggi

Berdasarkan data UPT Trans Mamminasata, tingkat keterisian penumpang atau load factor Teman Bus Mamminasata koridor 5 bahkan menembus di atas 100 persen dalam tiga bulan terakhir. Pada September 2025, jumlah penumpang mencapai 87.933 orang dengan load factor 104,38 persen. Angka ini meningkat pada Oktober 2025 menjadi 105.962 penumpang dengan load factor 121,73 persen. Sementara pada November 2025, jumlah penumpang tercatat 89.617 orang dengan load factor 106,48 persen.

Kepala UPT Trans Mamminasata, Andi Nur Diyana, menjelaskan bahwa tingginya jumlah penumpang tak lepas dari fungsi koridor yang menghubungkan Kampus Unhas Tamalanrea dan Kampus Unhas Gowa, sehingga mayoritas pengguna merupakan mahasiswa dan sivitas akademika.

Rincian Data Penumpang per Bulan

  • Januari: 26.751 penumpang | Load factor 33,17 persen
  • Februari: 34.058 penumpang | Load factor 57,19 persen
  • Maret: 41.402 penumpang | Load factor 47,60 persen
  • April: 54.878 penumpang | Load factor 65,17 persen
  • Mei: 62.872 penumpang | Load factor 72,23 persen
  • Juni: 56.645 penumpang | Load factor 67,24 persen
  • Juli: 52.318 penumpang | Load factor 60,10 persen
  • Agustus: 74.979 penumpang | Load factor 87,63 persen
  • September: 87.933 penumpang | Load factor 104,38 persen
  • Oktober: 105.962 penumpang | Load factor 121,73 persen
  • November: 89.617 penumpang | Load factor 106,48 persen

Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Prof Adi Maulana menjelaskan bahwa kebutuhan transportasi massal semakin penting seiring meningkatnya jumlah mahasiswa Unhas setiap tahun. Namun demikian, ia memaklumi keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Ia menilai diperlukan kerja sama lintas pihak untuk mengaktifkan kembali koridor ini. “Bus ini juga kami jadikan sarana edukasi pentingnya transportasi massal. Unhas memiliki visi menjadi green campus 2030, sehingga transportasi massal sangat dibutuhkan,” katanya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan