Antisipasi Banjir, Pemkot Mojokerto Pasang Sistem Peringatan Dini di Terusan Sungai Sadar

Antisipasi Banjir, Pemkot Mojokerto Pasang Sistem Peringatan Dini di Terusan Sungai Sadar

Pemkot Mojokerto Pasang Sistem Peringatan Dini untuk Antisipasi Banjir

Menjelang puncak musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi risiko banjir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan alat Early Warning System (EWS) di terusan Sungai Sadar, Kecamatan Kranggan, yang dikenal sebagai kawasan rawan genangan.

EWS tersebut berfungsi memberikan peringatan dini jika debit air Sungai Sadar meningkat dan berpotensi meluap ke permukiman padat penduduk. Alat ini dirancang untuk memberikan sinyal otomatis kepada petugas BPBD sehingga tindakan kesiapsiagaan dapat dilakukan secara optimal.

EWS Ditempatkan di Lokasi Rawan Banjir

Pemasangan EWS dilakukan oleh BPBD Jatim bekerja sama dengan BPBD Kota Mojokerto di terusan aliran Sungai Sadar, tepatnya di belakang kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto. Kepala Pelaksana BPBD Kota Mojokerto, Ganesh Kresnawan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pemasangan alat ini adalah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi curah hujan tinggi.

"Alat ini sangat berguna, karena dengan sinyal yang dikirim ke petugas kami, maka tindakan kesiapsiagaan dan antisipasi banjir atau luapan air dapat optimal," ujar Ganesh, Jumat (12/12/2025).

Penambahan EWS pada Tahun 2026

Ganesh mengungkapkan bahwa tahun ini baru satu unit alat EWS terpasang. Namun, rencana penambahan akan dilakukan pada tahun 2026. "Kemungkinan tahun depan dua titik lagi, karena alat tersebut relatif mahal, sehingga akan kami sesuaikan dengan kekuatan anggaran," jelasnya.

Harga satu unit alat EWS mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, sehingga penambahan unit harus disesuaikan dengan kemampuan APBD Kota Mojokerto. Meski demikian, pihak BPBD tetap berkomitmen untuk menambah alat EWS di beberapa titik rawan banjir lainnya.

Debit Air Sempat Naik, Tidak Sampai Meluber

BPBD juga terus melakukan pemantauan lapangan. Sejumlah kawasan di Kota Mojokerto sempat tergenang akibat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. "Hujan beberapa waktu lalu ada peningkatan debit air, tapi tidak sampai meluber ke jalan. Adapun luapan itu terjadi di titik rawan, karena lokasi kampung tersebut lebih rendah dari sungai," ujar Ganesh.

Meskipun debit air naik, situasi masih terkendali. Namun, hal ini menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Imbauan Warga Tetap Waspada dan Jaga Kebersihan Sungai

Ganesh meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan angin kencang. Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan sungai demi mencegah penyumbatan aliran.

"Mari kita jaga kelestarian lingkungan dan alat-alat pendukung untuk mengurangi risiko bencana daerah. Bencana alam memang tidak bisa dicegah, tapi dampaknya bisa diminimalisir," tutup Ganesh.

Langkah Strategis untuk Mencegah Bencana

Dengan pemasangan EWS di Sungai Sadar, Pemkot Mojokerto menunjukkan komitmennya untuk mengurangi risiko bencana. Alat ini diharapkan menjadi salah satu solusi efektif dalam memantau kondisi air secara real-time dan memberikan peringatan dini kepada petugas serta masyarakat.

Selain itu, penambahan EWS di titik-titik rawan lainnya akan memperkuat sistem kesiapsiagaan daerah. Dengan adanya alat ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan mengurangi kerugian akibat bencana.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan