
Ketersediaan Pangan di Sumatera Utara Tetap Terjaga Meski Dilanda Bencana
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara terus memastikan ketersediaan pangan pokok di wilayah tersebut tetap aman dan terkendali, meskipun sejumlah daerah mengalami dampak banjir dan tanah longsor sejak akhir November 2025. Dengan kondisi yang tidak menjamin kelancaran distribusi, perusahaan pelat merah ini telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa potensi gangguan pasokan memang muncul akibat kerusakan lahan pertanian masyarakat serta terputusnya jalur logistik darat di beberapa daerah. Namun, hal ini telah diantisipasi melalui penguatan stok dan distribusi. Menurutnya, saat ini pasokan masih aman karena didukung oleh masa panen sebelumnya.
“Saat ini pasokan masih aman karena ditopang masa panen sebelumnya. Memang ada sawah masyarakat yang rusak akibat banjir dan sisa lumpur, tetapi pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga terus mendorong percepatan tanam,” ujar Budi, Rabu (31/12/2025).
Budi menegaskan bahwa cadangan beras Bulog secara nasional saat ini mencapai sekitar 3,5 juta ton. Untuk Sumatera Utara, stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Bulog Sumut tercatat 42.000 ton. Selain itu, Bulog Sumut juga mendapat kepastian tambahan pasokan sekitar 50.000 ton dari wilayah lain untuk Januari 2026.
“Dengan stok yang ada ditambah pasokan masuk tersebut, kami pastikan kondisi pangan di Sumut aman,” tegasnya.
Infrastruktur Gudang yang Mumpuni
Bulog Sumut juga didukung oleh jaringan 35 unit gudang yang tersebar di 18 titik, dengan kapasitas penyimpanan CBP mencapai 73.000 ton. Infrastruktur ini memungkinkan distribusi cepat ketika terjadi kondisi darurat.
“Gudang Bulog dimanapun selalu dalam kondisi memiliki stok yang cukup. Jika terjadi bencana alam, CBP siap segera didistribusikan,” kata Budi.
Terkait penanganan bencana, Gubernur Sumut telah menetapkan status tanggap darurat di 16 kabupaten/kota pada 30 November 2025. Menindaklanjuti hal tersebut, Bulog Sumut menyiapkan 6.527 ton beras CBP untuk 1.864.857 warga terdampak.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai 4.551 ton untuk 1.300.434 warga, sementara 1.976 ton sisanya masih siap disalurkan dari gudang Bulog.
Penyaluran Bantuan ke Aceh
Selain di Sumut, Bulog Sumut juga menyalurkan bantuan beras CBP ke Provinsi Aceh sebanyak 340 ton, masing-masing ke Aceh Tamiang 90 ton, Takengon 200 ton, dan Gayo Lues 50 ton. Distribusi dilakukan melalui jalur udara dan laut dengan dukungan BPBD, Pemprov Sumut, serta TNI AU dan TNI AL.
Budi menambahkan, CBP yang dikelola Bulog tidak hanya diperuntukkan bagi penanganan bencana, tetapi juga untuk Bantuan Pangan (Bapang) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Penyaluran Bapang periode Oktober–November 2025 telah menjangkau 757.680 penerima, atau sekitar 89,7 persen, berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per penerima.
“Hasil monitoring kami ke pasar tradisional dan ritel modern menunjukkan pasokan pangan lancar dan harga relatif terkendali,” jelasnya.
Persiapan untuk Tahun 2026
Untuk 2026, Bulog Sumut memastikan langkah antisipasi terus dilakukan, termasuk pengendalian beras, minyak goreng, gula pasir, hingga jagung.
“Insya Allah distribusi berjalan lancar dan harga pangan tetap stabil,” pungkas Budi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar