
LUMAJANG, berita
Puluhan warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, harus pulang dengan tangan kosong dari pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Jumat (12/12/2025).
Mei, warga Desa Jarit mengaku sudah mengantre tiga jam untuk mendapatkan bahan pokok seperti minyak, telor, dan ayam dengan harga murah. Namun, saat nomor antrean yang dipegangnya disebut, barang-barang yang mau dibeli sudah habis. Satu-satunya barang di pasar murah yang masih tersedia adalah beras SPHP.
"Nomor urut 280, gak dapat apa-apa ini sudah bawa kantong belanja, rencana mau beli minyak, telor, habis semua tinggal beras, tapi masih ada beras di rumah," kata Mei di Balai Desa Jarit, Lumajang, Jumat (12/12/2025).
Mei bukan satu-satunya warga yang harus pulang dengan kecewa. Puluhan warga lain juga terpaksa pulang dengan tangan hampa karena stok bahan pokok di pasar murah sudah habis.
Khusnul, warga Desa Bades mengatakan, sudah mengantre sejak sebelum waktu shalat Jumat. Namun, antreannya yang berada di nomor 325 membuatnya kehabisan stok bahan pokok yang hendak dibeli.
"Habis semua tinggal beras, memang harganya murah di sini dari pada di pasar, makanya saya belain antre," ujar Khusnul.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah mengatakan, gelaran pasar murah yang diadakan Pemprov Jatim di Kecamatan Candipuro, merupakan yang ke 290 kali selama tahun 2025.
Menurut dia, kegiatan tersebut selalu dilaksanakan di setiap kunjungannya ke daerah. Namun, Khofifah tidak menutup kemungkinan, warga juga bisa mengajukan desanya untuk digelar pasar murah.
Nantinya, barang yang hendak dijual akan disediakan oleh Pemprov Jatim dan bisa dibeli masyarakat dengan harga murah. Syaratnya, lokasi pasar murah tidak berdekatan dengan pasar tradisional.
"Masyarakat bisa mengajukan untuk diadakan pasar murah di desanya, asal tidak berdekatan dengan pasar tradisional," kata Khofifah.
Penyebab Antrean Panjang dan Stok Habis
Beberapa faktor menyebabkan antrean panjang dan stok habis dalam acara pasar murah ini. Pertama, jumlah warga yang ingin mengakses bahan pokok dengan harga murah sangat besar. Kedua, persiapan stok yang kurang memadai untuk memenuhi permintaan. Ketiga, ketidaktahuan warga tentang jadwal atau cara pendaftaran yang lebih efektif.
Dalam beberapa kasus, warga yang datang lebih awal malah tidak mendapatkan apa-apa karena stok telah habis sebelum mereka sampai di tempat pembagian. Hal ini menunjukkan bahwa sistem distribusi barang perlu diperbaiki agar lebih merata dan efisien.
Solusi yang Dapat Dilakukan
Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, beberapa solusi dapat diusulkan:
-
Penambahan stok barang
Pemprov Jatim perlu meningkatkan jumlah stok bahan pokok yang disediakan agar dapat mencakup lebih banyak warga. Ini bisa dilakukan dengan memperluas kerja sama dengan distributor lokal atau nasional. -
Sistem antrian digital
Membuat sistem antrian online yang memungkinkan warga mendaftar secara virtual. Hal ini bisa membantu mengurangi antrean fisik dan memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama. -
Pengumuman yang lebih jelas
Informasi mengenai waktu pelaksanaan, lokasi, dan jenis barang yang tersedia perlu disampaikan secara lebih jelas kepada masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui media sosial, pengeras suara, atau papan pengumuman. -
Pemantauan stok secara real-time
Memastikan bahwa stok barang dijual sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. Jika stok habis, maka perlu segera dilakukan pengisian ulang atau penambahan tambahan.
Komentar Warga dan Harapan Masa Depan
Banyak warga yang merasa kecewa karena antrean yang panjang tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Namun, mereka tetap berharap agar acara seperti ini terus diadakan karena harga barang yang ditawarkan sangat terjangkau.
Warga juga berharap agar pemerintah dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat secara lebih baik, termasuk dalam penyediaan bahan pokok dan pengelolaan antrean. Dengan demikian, acara pasar murah dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar