
Perubahan Pola Penggunaan Trans Jatim di Terminal Hamid Rusdi
Setelah tarif normal diterapkan, jumlah penumpang Trans Jatim di Terminal Hamid Rusdi mengalami penurunan. Dari sebelumnya sekitar 700 orang per hari, kini turun menjadi sekitar 350 penumpang. Meski demikian, layanan ini tetap diminati oleh masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa yang merasa terbantu dengan tarif yang lebih murah yaitu Rp2.500 serta jadwal yang tepat waktu.
Koordinator Terminal Hamid Rusdi, Abdul Ghopur, menjelaskan bahwa pada masa awal operasional ketika tarif masih gratis, antusiasme warga sangat tinggi hingga seluruh armada nyaris penuh sepanjang hari. Namun setelah tarif normal diberlakukan sebesar Rp5.000 untuk penumpang umum, jumlah penumpang menurun sekitar 50 persen.
“Penurunan ini wajar karena sudah mulai berbayar. Selain itu momennya waktu itu juga libur sekolah,” ujarnya. Meskipun jumlah penumpang menurun, Ghopur menegaskan bahwa Trans Jatim tetap membawa manfaat besar, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Rute yang dilalui bus banyak melewati kawasan pendidikan seperti Jalan Bandung, Sumbersari, hingga area kampus.
Anak sekolah dan anak kuliah sekarang sudah mengerti jadwal Trans Jatim. Karena jadwalnya on time, mereka bisa mengatur waktu. Jam sekian harus di halte, pasti dilewati. Setiap halte hanya menjadi titik berhenti maksimal 30 detik. Jika tidak ada penumpang, bus langsung melanjutkan perjalanan.
Bus Trans Jatim dari Terminal Hamid Rusdi mulai beroperasi pukul 04.30 WIB dengan kedatangan terakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Tarif bagi pelajar atau mahasiswa ditetapkan Rp2.500. Selain pelajar dan mahasiswa, layanan ini juga menarik minat warga umum untuk rekreasi ke Kota Batu.
“Banyak yang turun di Terminal Batu lalu ke pasar atau jalan-jalan ke Jatim Park 2. Dengan Rp5.000 sudah sampai ke sana,” kata Ghopur. Ia menilai kehadiran Trans Jatim sangat membantu mobilitas warga dari Kabupaten Malang menuju Kota Malang maupun sebaliknya. Meski demikian, keberadaan angkutan kota (MPU) belum seluruhnya terintegrasi dengan terminal.
“MPU masih belum semuanya masuk. Penumpangnya kan beda. Angkutan untuk kerja atau sekolah pagi masih tetap. Penumpang umum belum ada peningkatan signifikan,” katanya.
Fasilitas Terminal Terus Dibenahi
Terminal Hamid Rusdi juga melakukan sejumlah perbaikan untuk mendukung operasional Trans Jatim. Area penurunan penumpang yang sebelumnya tidak digunakan kini kembali difungsikan. Penerangan di area belakang terminal juga sudah diaktifkan seluruhnya.
“Kalau malam di belakang itu terang sekali. Ini juga untuk mendukung operasional Trans Jatim,” ujar Ghopur.
Mahasiswa Merasa Terbantu
Dawai Nur Muhammad Fathi, mahasiswa semester 3 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Trans Jatim. Warga Lowokdoro ini sebelumnya rutin menggunakan angkot dengan tarif Rp5.000 sekali jalan. Kini ia hanya membayar Rp2.500 sebagai mahasiswa.
“Tarifnya jauh lebih murah. Kalau naik angkot Rp5.000, kalau Trans Jatim Rp2.500. Selain itu tempatnya lebih nyaman dan aman,” kata Dawai. Ia menambahkan, fasilitas bus yang sejuk dan kabin rapi membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Meski jumlah penumpang kini menurun, Dawai tetap memilih Trans Jatim sebagai moda transportasi utama menuju kampus.
Menurutnya, ongkos menggunakan Trans Jatim jauh lebih hemat dibandingkan membawa kendaraan pribadi.
“Lebih murah dibanding beli bensin. Bisa pindah tujuan juga kalau mau. Aman dan nyaman,” ujarnya. Dawai berharap layanan Trans Jatim terus diperluas karena banyak mahasiswa dan masyarakat yang sangat bergantung pada layanan ini.
“Trans Jatim bukan hanya transportasi, tapi solusi perjalanan yang lebih terjangkau, terutama bagi pelajar dan mahasiswa,” pungkasnya.
Trans Jatim Direncanakan Hadir di Mataraman
Sementara itu diketahui Bus Trans Jatim direncanakan segera hadir di kawasan Mataraman, khususnya wilayah Kediri hingga Madiun. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, menyampaikan bahwa layanan Trans Jatim akan diperluas ke berbagai daerah, mulai Kediri, Madiun hingga Bojonegoro.
Untuk wilayah Kediri, rute Trans Jatim direncanakan melintasi jalur Pare – Kabupaten Kediri – Kota Kediri. Sementara untuk kawasan Madiun Raya, koridor yang disiapkan akan melewati Caruban – Kabupaten Madiun – Kota Madiun. Setelah selesai, pembahasan detail operasional, termasuk armada, halte, dan sistem pembayaran, akan dimatangkan lebih lanjut.
Perluasan jaringan Trans Jatim dilakukan untuk menghadirkan transportasi publik yang murah, modern, dan mudah dijangkau masyarakat. Tingginya antusiasme warga terhadap layanan Trans Jatim di wilayah aglomerasi Surabaya menjadi salah satu alasan percepatan perluasan layanan.
Pemprov Jatim Sudah Luncurkan Rute Malang Raya
Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Trans Jatim Koridor I Malang Raya yang diberi identitas Trans Jatim Gajayana, Kamis (20/11/2025). Peluncuran ini menandai hadirnya layanan baru yang menghubungkan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Khofifah menegaskan, koridor baru tersebut bukan sekadar penambahan armada, melainkan bentuk komitmen menghadirkan transportasi publik yang terukur, terjangkau, aman, dan selaras perkembangan teknologi.
“Setiap koridor yang diluncurkan selalu membawa inovasi baru. Tujuan kita jelas: memudahkan mobilitas masyarakat dan memastikan layanannya dirasakan secara merata,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai Bank Indonesia Jatim, tiga kepala daerah se-Malang Raya, hingga Bank Jatim yang mendukung sistem transaksi non-tunai.
Khofifah menegaskan aspek keamanan menjadi prioritas. Unit bus yang beroperasi dilengkapi perangkat sensor visual berteknologi tinggi. Sistem CCTV akan otomatis merekam dan menyimpan kejadian mencurigakan, termasuk potensi pelecehan maupun pencopetan.
Selain itu, masyarakat dapat memantau kedatangan bus secara real time melalui ponsel. Menurut evaluasi Kemenhub, fitur ini termasuk salah satu yang tercanggih di layanan bus digital nasional.
Peluncuran Trans Jatim Gajayana disebut menjadi langkah awal menuju pengembangan tiga koridor layanan di Malang Raya. Koridor I yang diresmikan hari ini berfokus pada konektivitas antarkota, mempermudah akses masyarakat melintasi Malang–Batu.
“Transportasi publik adalah bagian dari pelayanan dasar. Semakin dekat akses mobilitas, semakin besar peluang masyarakat untuk berkembang,” tegas Khofifah.
Daftar Lengkap Rute Armada Trans Jatim
- Koridor I (Gresik - Sidoarjo via Surabaya): Terminal Bunder (Gresik) - Halte Transit Point Trans Jatim (Bungurasih) - Halte Terminal Porong (Sidoarjo).
- Koridor II (Mojokerto - Surabaya): Melibatkan rute antara Terminal Kertajaya (Mojokerto) dan Terminal Purabaya (Surabaya).
- Koridor III (Mojokerto - Gresik): Rute antara Terminal Kertajaya (Mojokerto) dan Terminal Bunder (Gresik).
- Koridor IV (Gresik - Lamongan): Terminal Bunder (Gresik) - Terminal Paciran (Lamongan).
- Koridor V (Surabaya - Bangkalan): Rute antara Terminal Purabaya (Surabaya) dan Bangkalan.
- Koridor VI (Mojokerto - Porong): Terminal Kertajaya (Mojokerto) - Terminal Porong (Sidoarjo).
- Koridor VII (Lamongan - Paciran): Terminal Lamongan - Terminal Paciran.
- Koridor I (Malang Raya): Terminal Hamid Rusdi (Malang) - Terminal Batu
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar