Antusiasme Tinggi, Pemprov DKI Perketat Penjualan Tiket Planetarium Jakarta


JAKARTA – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Perseroda), atau Jakpro, menegaskan pengawasan ketat terhadap distribusi tiket Teater Bintang Planetarium Jakarta guna mencegah praktik percaloan dan pungutan liar (pungli).

Jakpro memastikan sistem ticketing Planetarium Jakarta telah dirancang terintegrasi, transparan, dan berbasis kuota. Kebijakan ini diterapkan menyusul tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan Planetarium di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A Christiana mengatakan, penjualan tiket dilakukan melalui dua skema resmi, yakni pembelian daring (online) dan pembelian langsung (on the spot) di lokasi. Masing-masing skema mendapatkan kuota sebesar 50 persen dari total kapasitas setiap pertunjukan.

“Seluruh mekanisme ticketing kami atur secara ketat berbasis kuota. Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia, sehingga pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman,” kata Anya dalam siaran persnya, dikutip Minggu (4/1/2026).

Ia menyebut Loket.com sebagai satu-satunya platform resmi penjualan tiket online, sementara pembelian on the spot hanya dilayani melalui loket resmi di area Drop Off Gedung Trisno Soemardjo, TIM. Menurut Anya, Jakpro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, maupun kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, termasuk praktik calo atau transaksi di luar ketentuan, Jakpro akan mengambil tindakan tegas hingga pembatalan tiket secara sepihak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan,” ucapnya.

Di sisi lain, Jakpro mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga Planetarium Jakarta sebagai ruang publik dan pusat edukasi yang inklusif.

Planetarium Jakarta kini hadir dengan konsep baru berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan interaksi edukatif dengan pengunjung.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemprov Jakarta dalam menjaga tata kelola ticketing Planetarium Jakarta agar tetap bersih dan akuntabel. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik percaloan dalam distribusi tiket.

“Saya sudah pesan, wanti-wanti, enggak boleh ada calo,” kata Pramono.

Informasi terbaru terkait jadwal pertunjukan dan pembelian tiket dapat diakses melalui media sosial resmi Taman Ismail Marzuki (@tim.cikini) dan akun resmi Jakpro.

Langkah-langkah Pengawasan Tiket yang Diterapkan

  • Sistem Kuota Terpadu
    Penjualan tiket dibagi menjadi dua skema, yaitu online dan on the spot. Masing-masing skema mendapat kuota sebesar 50% dari total kapasitas setiap pertunjukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengunjung bisa menikmati pertunjukan dengan aman dan nyaman.

  • Platform Online Resmi
    Loket.com adalah satu-satunya platform resmi untuk pembelian tiket secara online. Pengguna harus memastikan bahwa mereka hanya menggunakan platform ini untuk menghindari risiko penipuan atau calo.

  • Loket On The Spot
    Pembelian tiket secara langsung hanya dilayani melalui loket resmi di area Drop Off Gedung Trisno Soemardjo, TIM. Ini merupakan cara alternatif bagi pengunjung yang ingin membeli tiket tanpa melalui internet.

  • Tidak Ada Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
    Jakpro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, atau kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecurangan atau praktik tidak wajar.

  • Tindakan Tegas terhadap Pelanggaran
    Jika ditemukan indikasi pelanggaran, seperti calo atau transaksi di luar ketentuan, Jakpro akan mengambil tindakan tegas, termasuk pembatalan tiket secara sepihak.

Inovasi Teknologi di Planetarium Jakarta

  • Penggunaan AI untuk Interaksi Edukatif
    Planetarium Jakarta kini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan interaksi edukatif dengan pengunjung. Teknologi ini membantu pengunjung lebih mudah memahami materi yang disajikan.

  • Konsep Baru Berbasis Teknologi
    Konsep baru Planetarium Jakarta mengedepankan teknologi modern untuk menciptakan pengalaman yang lebih menarik dan informatif bagi pengunjung.

  • Pengembangan Ruang Edukasi
    Planetarium Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas layanan edukasi, baik melalui inovasi teknologi maupun kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan ilmuwan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan