Pemerintah Provinsi Bengkulu Akan Terapkan Sistem Kerja Work From Anywhere (WFA) Mulai 2026
Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mulai menerapkan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terhitung 1 Januari 2026. Dengan kebijakan ini, ASN hanya diwajibkan bekerja di kantor selama tiga hari dalam seminggu, sementara hari lainnya dapat bekerja dari mana saja. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran daerah.
Apa Itu WFA?
Work From Anywhere atau WFA adalah sistem kerja yang memungkinkan pekerja untuk melakukan kegiatan kerjanya di mana saja. Sistem ini memberikan fleksibilitas kepada karyawan untuk memilih lokasi kerja sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. Dengan demikian, WFA menjadi solusi yang membantu mencapai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.
Sistem ini sangat cocok untuk profesi yang tidak memerlukan interaksi eksternal secara intensif, seperti desain grafis, content writer, HR, dan sebagainya. Komunikasi online menjadi pilihan utama dalam menjaga hubungan antara atasan dan karyawan.
Perbedaan WFH dan WFA
Meskipun keduanya sama-sama diterapkan secara masif ketika pandemi, ada perbedaan mendasar antara WFH dan WFA. WFH memiliki lokasi kerja yang terbatas, biasanya di rumah, untuk mencegah penularan virus. Sedangkan WFA lebih fleksibel, karena karyawan bebas bekerja di kafe, hotel, atau bahkan tempat berlibur, asalkan tetap bisa terhubung dengan kantor dan menyelesaikan tugasnya.
Kelebihan Sistem Kerja WFA
Ada beberapa kelebihan yang bisa didapat dari sistem WFA, antara lain:
-
Hemat Waktu dan Biaya
Dengan WFA, karyawan tidak perlu menghabiskan waktu dan biaya untuk pergi ke kantor. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti olahraga atau membantu pekerjaan rumah tangga. -
Lebih Fleksibel
Karyawan bisa bekerja dengan lebih fleksibel, tanpa harus mengikuti aturan berpakaian seperti di kantor. Mereka juga bebas bekerja sambil makan, menonton televisi, atau mendengarkan lagu tanpa khawatir mengganggu orang lain. -
Tidak Mudah Jenuh
Bekerja di tempat yang sama setiap hari bisa membuat karyawan merasa jenuh. Dengan WFA, karyawan bisa mencoba bekerja di tempat baru, seperti kafe atau working space yang nyaman.
Kekurangan Sistem Kerja WFA
Selain kelebihannya, WFA juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:
-
Komunikasi Kurang Optimal
Komunikasi melalui chat, panggilan suara, atau video konferensi sering kali kurang efektif dibandingkan komunikasi langsung. Hal ini bisa menyebabkan miscommunication antara karyawan dan atasan. -
Banyak Distraksi
Lingkungan kerja di luar kantor bisa mengandung banyak gangguan yang membuat karyawan kurang fokus. Selain itu, tidak ada pengawasan langsung dari atasan. -
Sulit Bagi Karyawan Kurang Disiplin
Karyawan dituntut untuk mengatur waktu sendiri, termasuk jam kerja dan istirahat. Ini bisa menjadi tantangan bagi mereka yang kurang disiplin, sehingga menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat waktu.

Cuma 3 Hari Kerja
Penerapan sistem WFA oleh Pemprov Bengkulu dilakukan setelah digelar evaluasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemerintah provinsi. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan bahwa sistem WFA akan diberlakukan mulai 1 Januari 2026.
“Nanti kita akan terapkan saat masuk kerja Januari 2026 WFA, hal ini usulan dari pak Gubernur dan disetuji oleh Kepala OPD yang hadir,” ujar Herwan saat diwawancarai.
Menurut Herwan, hari kerja di kantor hanya berlangsung pada Senin, Selasa, dan Rabu. Sementara sisanya, ASN diperbolehkan bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah.
Kebijakan ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka belanja daerah sebagai bagian dari efisiensi anggaran tahun 2026. Di samping itu, tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN juga ikut dilakukan penyesuaian. TPP ASN dipangkas sebesar 60 persen bagi eselon II, 50 persen untuk eselon III, dan lebih kecil untuk staf.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar